Penyebab paling utama dari daun jeruk menguning pada musim kemarau adalah defisiensi unsur hara makro seperti nitrogen, magnesium, atau besi akibat tanah yang terlalu kering dan mengeras. Ketika kelembapan tanah drastis menurun, akar tanaman kesulitan menyerap nutrisi dari pupuk yang kita berikan, terutama pada perkebunan jeruk di lahan tegalan atau pekarangan rumah. Selain itu, serangan hama penghisap cairan daun dan kutu-kutuan sangat masif terjadi pada cuaca panas kering. Hama ini bersembunyi di balik daun dan menghisap klorofil, menyebabkan klorosis atau perubahan warna daun menjadi kuning belang-belang.
Untuk mengatasi masalah ini secara efektif, langkah awal yang wajib dilakukan adalah memperbaiki manajemen penyiraman dan kelembapan sekitar perakaran tanaman. Berikan air sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon setiap dua hari sekali pada pagi hari agar air meresap optimal ke zona perakaran sebelum menguap. Lakukan pemupukan susulan menggunakan pupuk organik matang yang dicampur unsur hara mikro, serta aplikasikan mulsa organik dari jerami atau sekam di pangkal batang selebar tajuk tanaman untuk menekan penguapan air tanah. Jika indikasi serangan hama terlihat, lakukan pengendalian secara mekanis dengan memangkas ranting yang terserang berat dan menjaga kebersihan gulma di sekitar piringan pohon.
Sebagai penyuluh pertanian, saya selalu mengingatkan pentingnya pencegahan berkelanjutan melalui pemantauan rutin kondisi kebun setidaknya dua kali seminggu. Pemangkasan bentuk secara berkala juga diperlukan untuk memastikan sirkulasi udara di dalam tajuk tanaman berjalan lancar dan sinar matahari dapat merata ke seluruh bagian daun. Apabila Anda memutuskan menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama pengisap daun, selalu baca label kemasan dengan teliti dan gunakan alat pelindung diri yang memadai. Mari kita jaga kesehatan kebun jeruk kita agar tetap produktif menghasilkan buah yang segar dan bernilai jual tinggi.