Langkah awal dalam mengatasi masalah ini adalah melakukan diagnosis diferensial untuk membedakan antara serangan jamur busuk pangkal batang dan infeksi sistemik seperti CVPD. Busuk pangkal batang akibat serangan jamur Phytophthora ditandai dengan keluarnya cairan perekat atau blendok berwarna cokelat kehitaman dari kulit batang bawah. Penanganan fisik berupa pemangkasan ranting mati hingga 15-20 cm di bawah jaringan sakit dan pembuatan parit drainase sedalam 50-60 cm sangat efektif menekan laju infeksi di area perakaran.
Pengendalian hayati merupakan opsi terbaik untuk jangka panjang, terutama dalam menjaga kestabilan ekosistem tanah perkebunan jeruk. Aplikasikan agens hayati Trichoderma sp. sebanyak 100-200 gram per pohon yang dicampur dengan 5-10 kg pupuk kandang matang di sekeliling tajuk luar setiap 3 bulan sekali. Langkah organik ini terbukti ampuh menekan populasi jamur patogen tanah sekaligus meningkatkan kekebalan alami akar jeruk dari kebusukan.
Bila serangan vektor penular penyakit seperti kutu loncat jeruk (Diaphorina citri) sudah melebihi ambang batas, tindakan pengendalian terpadu harus segera diambil. Pasang perangkap pelekat kuning sebanyak 4-6 buah per 100 meter persegi untuk memantau populasi serangga. Jika tindakan kimiawi diperlukan, selalu konsultasikan jenis bahan aktif yang tepat dengan penyuluh pertanian setempat dan baca petunjuk pada label kemasan secara teliti.





