Jeruk, Panduan Cara Merawat Jeruk Agar Subur dan Rajin Berbuah
Lukas Blazek / Pexels

Panduan Cara Merawat Jeruk Agar Subur dan Rajin Berbuah

Merawat tanaman jeruk membutuhkan kombinasi pemangkasan rutin, pemupukan berimbang, dan pengaturan pengairan yang tepat agar pohon subur serta berbuah lebat sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Tanaman jeruk tumbuh optimal di wilayah beriklim tropis Indonesia dengan paparan sinar matahari penuh minimal 6 hingga 8 jam setiap hari. Media tanam atau tanah yang ideal harus memiliki drainase baik dengan pH netral antara 5,5 hingga 6,5. Pada fase awal penanaman di awal musim hujan antara bulan Oktober hingga November, buat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm dan campurkan 10 hingga 15 kg pupuk kandang matang sebagai nutrisi dasar perkebunan.

Ringkas: Jeruk

Cahaya
Jeruk membutuhkan sinar matahari penuh (minimal 6-8 jam per hari) untuk pertumbuhan dan pembuahan optimal.
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu saat musim kemarau, kurangi saat hujan. Hindari genangan air karena dapat menyebabkan busuk akar.
Musim
Musim tanam awal hujan (Oktober-Desember). Panen utama pada musim kemarau (Mei-Agustus) tergantung varietas.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Jeruk memerlukan perawatan rutin dan pengendalian hama penyakit yang konsisten, terutama di daerah dengan kelembaban tinggi.

Pengairan menjadi kunci penting dalam cara merawat jeruk, terutama saat memasuki musim kemarau dari bulan April hingga September. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi sebelum jam 09.00 dan sore setelah jam 16.00 dengan volume sekitar 10 hingga 15 liter per pohon dewasa. Sebaliknya, saat musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman dan pastikan parit drainase di sekitar piringan pohon berfungsi lancar agar akar tidak tergenang air dan membusuk.

Pemupukan susulan wajib dilakukan setiap 3 bulan sekali menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik berunsur NPK tinggi secara berimbang sekitar 250 hingga 500 gram per pohon tergantung umur tanaman. Pemangkasan bentuk dan pemeliharaan dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni dengan membuang tunas air yaitu tunas vegetatif yang tumbuh cepat tetapi tidak berbuah, cabang yang sakit, serta ranting yang bersilangan di dalam tajuk agar sirkulasi udara dan cahaya matahari merata.

Pengendalian hama seperti kutu daun, ulat pangkas, dan lalat buah harus dilakukan secara terpadu melalui sanitasi kebun harian. Jika tanaman jeruk memproduksi buah terlalu lebat pada satu dompolan, lakukan penjarangan buah dengan menyisakan 2 hingga 3 buah terbaik per dompol agar ukuran buah merata dan batang tanaman tidak patah menahan beban berlebih.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pembersihan gulma dan pembuatan piringan selebar tajuk pohon secara rutin setiap bulan.
  2. Siram tanaman secara teratur 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau dan pastikan saluran drainase lancar saat musim hujan.
  3. Berikan pupuk organik sebanyak 10 hingga 15 kg dan pupuk NPK berimbang setiap 3 hingga 4 bulan sekali di sekeliling tajuk.
  4. Pangkas tunas air, cabang bersilangan, dan ranting kering secara berkala untuk merangsang munculnya bunga baru.
  5. Lakukan penjarangan buah jika dalam satu dompol terdapat lebih dari 3 buah jeruk agar nutrisi terfokus pada buah utama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali tanaman jeruk harus disiram dalam seminggu?

Pada musim kemarau, jeruk perlu disiram 1 hingga 2 kali sehari. Saat musim hujan, penyiraman dapat dihentikan kecuali jika tanah terlihat sangat kering.

Kapan waktu terbaik untuk memangkas pohon jeruk?

Pemangkasan terbaik dilakukan setelah masa panen selesai atau sebelum pemupukan di awal musim hujan untuk merangsang pembentukan tunas baru.

Mengapa bunga jeruk sering gugur sebelum menjadi buah?

Kerontokan bunga bisa disebabkan oleh kekurangan air saat pembungaan, kelebihan nitrogen, atau serangan hama thrips dan tungau.

Pupuk apa yang paling bagus untuk melebatkan buah jeruk?

Kombinasi pupuk kandang matang dan pupuk berkadar Kalium serta Fosfor tinggi sangat efektif merangsang pembentukan dan pembesaran buah jeruk.

Apakah pohon jeruk bisa ditanam di dalam pot (tabulampot)?

Sangat bisa. Gunakan pot berdiameter minimal 50 cm dengan media tanam campuran tanah, sekam bakar, dan kompos berkualitas.

Lebih lanjut tentang Jeruk

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.