Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari pada fase awal pertumbuhan, terutama saat musim kemarau, dengan volume sekitar 10 hingga 15 liter air per pohon setiap sore hari. Pada musim hujan, pastikan membuat saluran drainase yang baik di sekitar kebun agar air tidak menggenang di area perakaran yang dapat memicu pembusukan akar. Berikan pupuk organik setiap tiga bulan sekali sebanyak 10 kilogram per pohon, serta pupuk makro NPK tambahan sebanyak 250 gram per pohon setiap empat bulan sekali untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif.
Pangkas ranting yang tidak produktif, saling bersilangan, atau terserang penyakit secara rutin setiap selesai masa panen untuk menjaga sirkulasi udara dan penyerapan cahaya matahari yang optimal. Sanitasi kebun dengan cara membersihkan gulma dan rumput liar di sekitar piringan pohon sangat penting untuk menekan populasi hama pengganggu. Lakukan pembasmian gulma secara manual atau mekanis tanpa merusak akar permukaan tanaman jeruk yang dangkal.
Amati kondisi fisik daun dan buah secara berkala untuk mendeteksi dini serangan hama seperti kutu loncat, ulat pemakan daun, atau penyakit busuk buah akibat kelembapan tinggi. Jika ditemukan gejala serangan, segera lakukan pemangkasan bagian yang sakit dan musnahkan dengan cara dibakar atau dikubur. Konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat untuk mendapatkan rekomendasi penanganan hama terpadu yang paling tepat.