Lalat buah merupakan musuh utama pekebun jambu air yang menyerang saat buah mulai mengkal menjelang masa panen. Gejala serangannya ditandai dengan bintik hitam kecil pada kulit buah yang jika dibelah bagian dalamnya telah busuk dan dipenuhi belatung putih. Untuk mengatasinya, pasang perangkap feromon atau menggunakan aroma atraktan alami di bawah kanopi pohon setiap pagi secara rutin. Selain itu, pembungkusan buah menggunakan plastik berpori atau kertas khusus saat ukuran buah sebesar ibu jari sangat efektif mencegah lalat menyentuh permukaan kulit buah.
Hama ulat pemakan daun dan kutu kebul juga kerap menyerang pucuk muda jambu air yang baru tumbuh subur setelah pemangkasan. Daun muda akan tampak berlubang, menggulung, atau dipenuhi embun jelaga hitam akibat sekresi kutu yang menghisap cairan tanaman. Penanganan mekanis dengan memangkas daun yang terserang parah dan memusnahkannya harus dilakukan segera agar populasi tidak meluas ke cabang lain. Penyemprotan air bertekanan tinggi pada sore hari juga membantu merontokkan koloni kutu tanpa harus langsung menggunakan pestisida kimia.
Pengendalian hama jambu air yang berkelanjutan memerlukan pendekatan terpadu yang memadukan kebersihan kebun dan pemupukan berimbang sepanjang tahun. Jaga jarak tanam antarPohon agar sirkulasi udara optimal dan sinar matahari dapat menembus seluruh bagian tajuk pohon secara merata. Lakukan pembersihan gulma dan pemangkasan rutin setiap selesai musim panen untuk memutus siklus hidup hama yang bersembunyi di balik rerimbunan daun. Konsultasikan selalu dengan petugas penyuluh pertanian di BPP setempat untuk mendapatkan rekomendasi bahan pengendali organisme pengganggu tumbuhan yang paling tepat dan ramah lingkungan.