Penanaman dilakukan di awal musim hujan agar bibit mudah beradaptasi. Jarak tanam 6x6 meter untuk lahan luas, atau 4x4 meter jika intensif. Setelah tanam, siram setiap hari selama 2 minggu pertama, lalu kurangi menjadi 2-3 kali seminggu tergantung cuaca. Beri pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200 gram per pohon setiap 3 bulan pada tahun pertama, ditingkatkan bertahap hingga 500 gram pada tahun ke-3. Jangan lupa memupuk dengan pupuk kandang 5-10 kg per pohon setiap 6 bulan.
Pemangkasan dilakukan saat tanaman berumur 6 bulan untuk membentuk tajuk. Pangkas cabang yang tumbuh ke dalam, cabang sakit, dan ranting kering. Lakukan pemangkasan pemeliharaan setiap selesai panen. Pengairan penting saat pembungaan dan pembuahan (umumnya Agustus-September). Jika musim kemarau panjang, siram 2-3 kali seminggu. Mulsa jerami atau plastik hitam perak membantu menjaga kelembaban dan menekan gulma.
Jambu air mulai berbuah pada umur 2-3 tahun dari bibit okulasi. Panen dilakukan saat buah berwarna merah mengkilap atau putih kekuningan tergantung varietas, biasanya 3-4 bulan setelah bunga mekar. Ciri matang: buah mudah lepas saat dipetik, daging renyah dan manis. Panen dengan gunting tangkai agar tidak rusak. Produksi per pohon bisa mencapai 50-100 kg per tahun pada tanaman dewasa (5-7 tahun). Simpan buah di suhu ruang maksimal 3 hari, atau di kulkas (10°C) hingga seminggu.