Pada tahap awal pertumbuhan usia 0 sampai 6 bulan, siram tanaman jambu air sebanyak 1 sampai 2 kali sehari dengan volume 5 sampai 10 liter per pohon, terutama jika menanam di musim kemarau. Buat saluran drainase di sekeliling tajuk tanaman setinggi 15 cm untuk mencegah genangan air saat musim hujan bercurah tinggi, karena sistem perakaran jambu air sangat peka terhadap kelembapan berlebih yang memicu pembusukan akar. Berikan mulsa jerami setebal 5 cm di sekeliling pangkal batang untuk menjaga kelembapan tanah.
Lakukan pemupukan susulan secara rutin setiap 3 bulan sekali menggunakan 100 gram pupuk NPK 16-16-16 per pohon pada tahun pertama, kemudian tingkatkan dosisnya menjadi 250 gram per pohon pada tahun kedua. Lakukan pemangkasan bentuk pada usia 8 bulan untuk membentuk tajuk ideal dengan pola 1-3-9 (1 batang utama, 3 cabang primer, 9 cabang sekunder) agar sinar matahari masuk secara merata. Pemangkasan pucuk muda di akhir musim hujan juga sangat efektif merangsang pembentukan tunas bunga baru.
Ketika bunga jambu air mulai menyerbuk dan menjadi pentil buah sebesar kelereng, lakukan penjarangan dengan menyisakan 3 sampai 5 buah terbaik dalam satu dompolan. Bungkus dompolan buah menggunakan plastik transparan yang diberi lubang drainase kecil di bagian bawah untuk mencegah serangan lalat buah tanpa memicu kelembapan berlebih. Buah jambu air siap dipanen sekitar 45 sampai 60 hari setelah bunga mekar penuh, ditandai dengan warna kulit yang cerah mengilap dan tekstur yang sedikit lunak saat ditekan.





