Gejala infeksi jamur pada jambu air biasanya diawali dengan munculnya bintik cokelat kehitaman berukuran 2 hingga 5 milimeter pada permukaan kulit buah muda maupun daun tua. Seiring tingginya curah hujan, bintik tersebut melebar membentuk cekungan lunak yang ditutupi massa spora berwarna merah muda atau oranye. Daun yang terinfeksi berat akan menguning dan gugur sebelum waktunya, sementara buah yang terserang akan membusuk lalu gugur ke tanah sebelum sempat dimatangkan.
Pengendalian teknis harus difokuskan pada pemangkasan pemeliharaan cabang tajuk untuk memastikan sirkulasi udara lancar dan cahaya matahari masuk hingga 70 percent ke bagian dalam kanopi. Lakukan pembersihan sanitasi lahan secara rutin setiap 2 hari sekali dengan memungut seluruh buah busuk dan daun gugur, lalu membakarnya atau menguburnya di kedalaman minimal 30 sentimeter di luar area kebun. Pengaturan jarak tanam ideal 5 x 5 meter juga sangat memengaruhi kelembapan mikro di sekitar perakaran tanaman.
Sebagai langkah hayati, aplikasi agens hayati seperti Trichoderma sp. dapat ditaburkan sebanyak 100 hingga 200 gram per lubang tanam atau dikocor ke sekitar perakaran setiap 2 minggu sekali selama musim hujan. Jika serangan penyakit melampaui ambang ekonomi, penggunaan fungisida sistemik atau kontak dapat dipertimbangkan sesuai petunjuk teknis. Konsultasikan pemilihan jenis bahan aktif fungisida dengan penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat agar penggunaannya efektif dan ramah lingkungan.





