Jambu Air, Penyakit Jambu Air Musim Hujan: Diagnosis dan Cara Mengobatinya
Quang Nguyen Vinh / Pexels

Penyakit Jambu Air Musim Hujan: Diagnosis dan Cara Mengobatinya

Mengenali gejala penyakit jambu air secara tepat di musim hujan adalah kunci utama untuk mencegah kebusukan buah dan kerontokan daun massal.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia yang berlangsung dari November hingga Maret sering kali membawa kelembapan udara tinggi di atas 85 percent, lingkungan ideal bagi perkembangan berbagai penyakit tanaman jambu air. Penyakit utama yang sering menyerang tanaman buah ini meliputi antraknosa pada buah serta bercak daun yang disebabkan oleh infeksi jamur patogenik. Tanpa tindakan pencegahan yang teratur, serangan infeksi ini dapat menurunkan hasil panen hingga 60 percent dalam satu periode pembuahan.

Ringkas: Jambu Air

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam/hari
Penyiraman
Siram setiap hari 2 minggu pertama, lalu 2-3 kali seminggu; kurangi saat pembungaan untuk merangsang bunga
Musim
Tanam di awal musim hujan; panen tergantung varietas, umumnya 3-4 bulan setelah bunga mekar
Tingkat Kesulitan
Mudah

Jambu air cocok ditanam di pekarangan rumah dengan perawatan rutin; perhatikan drainase agar tidak tergenang.

Gejala infeksi jamur pada jambu air biasanya diawali dengan munculnya bintik cokelat kehitaman berukuran 2 hingga 5 milimeter pada permukaan kulit buah muda maupun daun tua. Seiring tingginya curah hujan, bintik tersebut melebar membentuk cekungan lunak yang ditutupi massa spora berwarna merah muda atau oranye. Daun yang terinfeksi berat akan menguning dan gugur sebelum waktunya, sementara buah yang terserang akan membusuk lalu gugur ke tanah sebelum sempat dimatangkan.

Pengendalian teknis harus difokuskan pada pemangkasan pemeliharaan cabang tajuk untuk memastikan sirkulasi udara lancar dan cahaya matahari masuk hingga 70 percent ke bagian dalam kanopi. Lakukan pembersihan sanitasi lahan secara rutin setiap 2 hari sekali dengan memungut seluruh buah busuk dan daun gugur, lalu membakarnya atau menguburnya di kedalaman minimal 30 sentimeter di luar area kebun. Pengaturan jarak tanam ideal 5 x 5 meter juga sangat memengaruhi kelembapan mikro di sekitar perakaran tanaman.

Sebagai langkah hayati, aplikasi agens hayati seperti Trichoderma sp. dapat ditaburkan sebanyak 100 hingga 200 gram per lubang tanam atau dikocor ke sekitar perakaran setiap 2 minggu sekali selama musim hujan. Jika serangan penyakit melampaui ambang ekonomi, penggunaan fungisida sistemik atau kontak dapat dipertimbangkan sesuai petunjuk teknis. Konsultasikan pemilihan jenis bahan aktif fungisida dengan penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat agar penggunaannya efektif dan ramah lingkungan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides)

Ciri: Bintik cokelat cekung pada buah yang meluas cepat, muncul spora merah muda saat basah, buah membusuk lunak.

Solusi: Pangkas cabang yang terlalu rapat, bungkus buah muda dengan plastik transparan berlubang, buang buah yang terinfeksi.

Bercak Daun Cercospora

Ciri: Bintik-bintik bulat berwarna cokelat tua dengan tepi kehitaman dan lingkaran kuning di sekelilingnya pada daun.

Solusi: Semprotkan agen hayati Trichoderma atau biofungisida berbasis tembaga sesuai label, kurangi kelembapan tajuk.

Karat Merah (Alga Cephaleuros virescens)

Ciri: Bercak beludru berwarna jingga atau cokelat kemerahan menimbul di permukaan atas daun tua.

Solusi: Pangkas daun tua yang tertutup alga, tingkatkan pencahayaan matahari, jaga kebersihan kebun dari gulma.

Busuk Akar (Phytophthora sp.)

Ciri: Daun layu mendadak dan menguning, kulit batang dekat permukaan tanah berwarna gelap basah dan berbau busuk.

Solusi: Perbaiki drainase tanah agar tidak ada air tergenang, kocor area perakaran dengan agens hayati, kurangi penyiraman.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemangkasan sanitasi untuk membuang cabang mati, sakit, atau yang tumbuh mengarah ke dalam tajuk.
  2. Kumpulkan seluruh daun dan buah terinfeksi yang gugur di bawah pohon, lalu kubur di luar area perkebunan.
  3. Tingkatkan drainase parit di sekeliling pohon jambu air agar air hujan cepat mengalir dan tidak menggenang.
  4. Aplikasi agens hayati Trichoderma sp. pada media tanah di sekitar perakaran untuk menekan jamur patogen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa buah jambu air sering rontok dan membusuk saat musim hujan?

Kerontokan dan kebusukan buah di musim hujan umumnya disebabkan oleh serangan jamur antraknosa yang berkembang pesat dalam kondisi kelembapan tinggi serta kurangnya aliran udara di sekitar tajuk.

Bolehkah memangkas pohon jambu air saat sedang berbunga di musim hujan?

Pemangkasan berat sebaiknya dihindari saat berbunga. Cukup lakukan pemangkasan ringan pada tunas air atau cabang yang jelas terserang penyakit agar tidak mengganggu proses pembuahan.

Bagaimana cara mencegah jamur membusukkan tanaman jambu air di pot (tabulampot)?

Pastikan lubang drainase pot berfungsi sempurna, gunakan media tanam yang poros (campuran tanah, sekam, dan kompos 1:1:1), dan letakkan pot di tempat yang menerima sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari.

Apakah pembungkusan buah jambu air efektif mencegah penyakit antraknosa?

Sangat efektif, asalkan pembungkusan dilakukan sebelum gejala muncul (saat buah sebesar kelereng) dan pembungkus memiliki lubang drainase kecil di bagian bawah agar embun tidak mengendap.

Lebih lanjut tentang Jambu Air

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.