Penyakit antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) menyerang buah, daun, dan ranting. Pada buah muncul bercak coklat kehitaman bulat dengan tepi kuning, lalu buah busuk dan mengerut. Daun berbintik coklat dan gugur. Serangan berat menyebabkan buah rontok sebelum matang. Kelembaban tinggi dan luka pada buah memperparah infeksi.
Penyakit bercak daun (Cercospora sp.) menimbulkan bercak kecil coklat keunguan pada daun, membesar dengan tepi gelap dan pusat putih keabu-abuan. Daun menguning dan gugur. Berbeda dengan antraknosa, bercak ini tidak menimbulkan busuk buah. Penyakit embun jelaga (Capnodium sp.) muncul sebagai lapisan hitam seperti jelaga di permukaan daun dan buah, disebabkan oleh jamur yang tumbuh pada embun madu dari kutu daun atau kutu putih.
Busuk buah (Phytophthora sp.) sering terjadi pada buah yang dekat tanah. Gejala awal bercak basah coklat, meluas, buah lembek dan berair, berbau asam. Berbeda dengan antraknosa yang kering dan mengerut. Pengelolaan penyakit dilakukan dengan praktik budidaya baik: pemangkasan cabang rapat, drainase lancar, dan pemupukan berimbang. Gunakan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label dan konsultasi dengan BPP setempat. Untuk pengendalian hayati, semprot ekstrak serai wangi atau bawang putih 2-3 hari sekali saat gejala awal.