Frekuensi penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi musim secara cermat. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari dengan volume sekitar 5 sampai 10 liter per pohon tergantung pada besarnya tajuk tanaman. Sebaliknya, saat puncak musim hujan, penyiraman dapat dihentikan sama sekali untuk mencegah kelembapan tanah berlebih yang berisiko memicu pembusukan akar serta menggugurkan calon bunga.
Pemupukan berkala sangat krusial untuk menjaga ketersediaan nutrisi tanaman sepanjang tahun. Berikan pupuk organik terkomposkan sebanyak 5 hingga 10 kg per pohon setiap 3 bulan sekali. Untuk merangsang pembentukan buah yang manis dan lebat, tambahkan pupuk kaya kandungan fosfat dan kalium sebanyak 100 hingga 250 gram per pohon pada awal masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Aplikasikan pupuk dengan cara membuat parit melingkar tepat di bawah lingkar luar tajuk tanaman.
Pemangkasan tajuk dan pemeliharaan buah menjadi kunci utama untuk memanen hasil berkualitas tinggi. Lakukan pemangkasan pemeliharaan setiap 4 bulan sekali untuk membuang tunas air, cabang yang saling bersilangan, serta ranting yang sakit agar sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari merata. Ketika bakal buah mulai berukuran sebesar kelereng, lakukan penjarangan dengan menyisakan 2 hingga 4 buah per dompol, lalu segera bungkus dengan plastik bening berlubang kecil untuk mencegah serangan lalat buah.





