Pengamatan rutin minimal 1 kali seminggu pada bagian daun muda, bunga, serta buah sangat krusial untuk mendeteksi gejalanya secara dini. Pada musim kemarau antara bulan Mei hingga Agustus, risiko penyakit cenderung menurun, namun serangan patogen oportunistik seperti jamur upas tetap bisa terjadi pada batang yang ternaungi secara berlebihan. Jarak tanam ideal 8 x 8 meter perlu diterapkan sejak awal penanaman untuk memastikan sirkulasi udara antartajuk berjalan optimal.
Pengendalian penyakit menteng yang efektif diawali dengan tindakan mekanis berupa pemangkasan sanitasi pada 20 hingga 30 persen cabang yang saling bersilangan atau mati. Sisa-sisa pangkasan dan guguran buah yang terinfeksi wajib dikumpulkan lalu dimusnahkan setidaknya 50 meter dari area perkebunan agar spora jamur tidak terbang kembali terbawa angin. Penambahan pupuk organik padat sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali juga akan memperkuat sistem pertahanan alami tanaman.
Jika infeksi jamur terus meluas dan mengancam kegagalan panen, intervensi dengan bahan pengendali hayati atau bahan kimia dapat dipertimbangkan secara terukur. Selalu terapkan aplikasi pada pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB atau sore hari setelah pukul 15.00 WIB untuk menghindari penguapan cepat dan kerusakan jaringan tanaman. Kombinasi drainase tanah yang baik dengan sanitasi kebun berkala terbukti mampu menekan insidensi penyakit menteng hingga di bawah 10 persen.