Fase stek (0–2 bulan): Setelah stek batang ditanam di media air atau tanah, tunggu hingga akar muncul (1–2 minggu). Setelah akar tumbuh 2–3 cm, beri pupuk cair NPK seimbang (misal 20-20-20) dengan dosis sangat encer: 1 gram per liter air, siramkan 1 minggu sekali. Hindari pupuk daun karena daun masih rentan. Jika stek ditanam di air, cukup tambahkan 2–3 tetes pupuk cair per liter air setiap 2 minggu. Perhatikan perubahan warna daun; jika menguning, kurangi frekuensi.
Fase vegetatif (2–6 bulan): Tanaman mulai menghasilkan daun baru dan sulur. Gunakan pupuk NPK 20-10-10 (N tinggi) untuk merangsang pertumbuhan daun. Dosis: 2 gram per liter air, siram 2 minggu sekali. Semprot daun dengan pupuk daun (misal Gandasil D) 1 minggu sekali pada pagi hari. Jika tanaman di pot, pastikan drainase baik agar pupuk tidak menggenang. Di musim hujan, kurangi dosis pupuk tanah karena air hujan sudah membawa unsur hara.
Fase dewasa (>6 bulan): Tanaman sudah rimbun dan siap dipajang. Alihkan ke pupuk NPK 10-10-10 atau 15-15-15 (seimbang) untuk mempertahankan warna dan kekuatan batang. Dosis: 3 gram per liter air, siram 3–4 minggu sekali. Beri pupuk slow release (tablet atau butiran) seperti Dekastar atau Osmocote secukupnya di permukaan pot setiap 3 bulan. Jika daun mulai pucat atau bercak kuning, semprot dengan pupuk daun yang mengandung mikronutrien (Fe, Mn, Zn) sebulan sekali. Jangan memupuk saat tanaman stres (layu, terserang hama) atau saat suhu sangat panas.