Frekuensi penyiraman harus disesuaikan dengan perubahan musim di Indonesia. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman dua hingga tiga kali seminggu ketika dua sentimeter lapisan atas media tanam terasa kering, sedangkan pada musim hujan kurangi penyiraman menjadi seminggu sekali untuk mencegah penumpukan air.
Media tanam yang ideal harus bersifat poros dan kaya bahan organik, yaitu campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:1:1. Pemupukan susulan dapat diberikan dua minggu sekali menggunakan pupuk organik cair yang dicairkan sesuai petunjuk guna merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru.
Pemangkasan rutin setiap dua bulan sekali sangat dianjurkan untuk menjaga kerapatan daun dan mencegah batang menjuntai terlalu kurus. Potongan batang sepanjang 10 hingga 15 sentimeter dapat dimanfaatkan kembali untuk propagasi di dalam media air atau ditanam langsung pada pot baru.






