Sirih Gading, Daun Sirih Gading Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya
fra-NCIS / BY

Daun Sirih Gading Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Fenomena daun sirih gading kuning umumnya disebabkan oleh penyiraman berlebihan, kekurangan intensitas cahaya matahari, atau akumulasi garam mineral pada media tanam saat musim kemarau.

Jawaban singkat

Daun sirih gading (Epipremnum aureum) yang menguning sering kali mengejutkan pemilik tanaman hias, terutama ketika cuaca panas terik pada musim kemarau di Indonesia. Mendiagnosis masalah ini membutuhkan ketelitian karena warna kuning pada daun tua di pangkal batang berbeda maknanya dengan kuning pada daun muda di ujung tunas. Penyiraman yang terlalu sering, yakni lebih dari 2 kali seminggu saat kelembapan udara ruangan rendah, sering kali memicu pembusukan akar yang menghentikan asupan nutrisi tanaman secara mendadak.

Ringkas: Sirih Gading

Cahaya
Cahaya sedang hingga terang tidak langsung
Penyiraman
Siram saat media tanam 2 cm di atas terasa kering
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman sangat toleran terhadap kelalaian penyiraman ringan.

Dalam pemeliharaan harian hiasan indoor maupun outdoor, sirih gading membutuhkan paparan cahaya tidak langsung selama 4 sampai 6 jam sehari. Jika ditempatkan di sudut gelap dengan intensitas cahaya kurang dari 100 foot-candles, klorofil daun akan terurai secara perlahan sehingga daun berubah menjadi kuning pucat. Sebaliknya, saat musim kemarau, letak tanaman dekat jendela menghadap timur memerlukan penyiraman rutin 3 hari sekali dengan volume air sekitar 200 hingga 300 ml per pot ukuran diameter 20 cm, pastikan media tanam mengering 50 persen sebelum disiram kembali.

Kualitas media tanam juga memegang peranan krusial dalam metabolisme sirih gading. Penggunaan campuran tanah, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1 sangat disarankan untuk menjaga drainase tetap poros. Penumpukan garam dari pupuk kimia berlebih tanpa pembilasan (flushing) berkala tiap 1 bulan sekali dapat membuat ujung daun kuning kecokelatan dan mengering. Pemberian pupuk organik cair dosis rendah cukup diberikan 2 minggu sekali selama masa pertumbuhan aktif untuk menjaga warna hijau keemasan yang sehat.

Menghadapi musim kemarau panjang, tingkat penguapan yang tinggi memerlukan perhatian ekstra pada kelembapan udara sekitar tanaman. Menyemprotkan kabut air halus ke area sekitar daun sebanyak 1 kali sehari pada pagi hari jam 07.00 hingga 08.00 WIB sangat membantu mencegah stres dehidrasi. Jika kerusakan kuning sudah menyebar lebih dari 30 persen pada satu helai daun, pemangkasan tangkai menggunakan gunting steril harus segera dilakukan agar energi tanaman berfokus pada pembentukan tunas daun baru yang sehat dan segar.

Penyebab & Cara Mengatasi

Penyiraman Berlebihan (Overwatering) dan Busuk Akar

Ciri: Daun menguning terasa lembek dan layu, batang bawah membusuk kehitaman, serta media tanam sangat basah dan berbau gembur.

Solusi: Hentikan penyiraman, keluarkan tanaman dari pot, potong akar yang busuk kehitaman, ganti media tanam baru yang poros, dan kurangi frekuensi siram.

Kekurangan Cahaya Matahari (Under-lighting)

Ciri: Warna kuning merata pada daun tua dan muda, pertumbuhan helai daun semakin kecil, serta jarak antar buku batang memanjang.

Solusi: Pindahkan pot ke area yang mendapat cahaya terang tidak langsung selama 4 sampai 6 jam sehari.

Paparan Cahaya Terik Langsung (Sunburn)

Ciri: Timbul bercak kuning kejinggaan bercampur cokelat kering yang renyah di bagian tengah atau tepi daun.

Solusi: Geser posisi tanaman membelakangi sinar matahari langsung atau gunakan peneduh berupa paranet 50 sampai 70 persen.

Defisiensi Nutrisi (Nitrogen atau Besi)

Ciri: Daun tua menguning memucat secara bertahap namun tulang daun tetap berwarna hijau segar, serta tanaman tampak kerdil.

Solusi: Berikan pupuk organik cair atau pupuk daun teratur setiap 2 minggu sekali sesuai petunjuk pada kemasan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan kelembapan media tanam dengan menancapkan jari setinggi 3 hingga 5 cm ke dalam tanah sebelum menyiram.
  2. Pangkas daun sirih gading yang sudah menguning lebih dari 50 persen menggunakan gunting tanaman yang telah disterilkan.
  3. Evaluasi lokasi penempatan pot untuk memastikan tanaman mendapat sirkulasi udara baik dan cahaya matahari tidak langsung.
  4. Atur ulang jadwal penyiraman menjadi 3 hingga 5 hari sekali disesuaikan dengan tingkat kekeringan media tanam di musim kemarau.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun sirih gading yang sudah menguning bisa hijau kembali?

Daun yang sudah berubah warna menjadi kuning sempurna tidak dapat kembali hijau karena sel klorofilnya telah rusak, sehingga sebaiknya dipangkas.

Berapa kali sirih gading harus disiram saat musim kemarau?

Cukup siram 2 hingga 3 kali seminggu atau saat permukaan media tanam bagian atas terasa kering setinggi 3 cm.

Apakah sirih gading bisa tumbuh dengan baik di dalam media air?

Ya, sirih gading dapat tumbuh di air. Namun jika daun menguning di media air, ganti airnya seminggu sekali dan cuci wadahnya hingga bersih.

Kenapa daun sirih gading saya menguning setelah dipindahkan pot?

Hal itu merupakan gejala stres transplantasi. Jagalah kelembapan media dan letakkan di tempat teduh selama 1 sampai 2 minggu hingga akar beradaptasi.

Apakah pupuk urea aman untuk sirih gading?

Pupuk urea bisa digunakan tetapi harus sangat hati-hati. Penggunaan berlebih dapat membakar akar dan membuat daun menguning tajam.

Lebih lanjut tentang Sirih Gading

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.