Penyebab utama adalah penyiraman berlebihan, terutama saat musim hujan. Sirih gading sebaiknya disiram hanya saat media tanam kering sentuh (kedalaman 2-3 cm). Media tanam yang terlalu padat atau tanpa lubang drainase juga memerangkap air. Selain itu, jamur patogen seperti Pythium dan Phytophthora berkembang di kondisi basah dan menyerang akar.
Untuk diagnosis diferensial, perhatikan ciri berikut: jika akar cokelat, lembek, dan berbau busuk, itu busuk akar. Jika hanya daun bawah menguning tapi akar putih sehat, mungkin kekurangan nutrisi. Jika daun menguning dengan bercak cokelat di tepi, bisa jadi terbakar sinar matahari atau kelebihan pupuk. Pastikan juga tidak ada hama seperti kutu putih yang menyebabkan kerusakan akar sekunder.
Solusi: segera potong semua akar busuk dengan gunting steril, lalu rendam akar sehat dalam larutan fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga sesuai label (konsultasi dengan penyuluh setempat). Ganti media tanam dengan campuran sekam bakar, cocopeat, dan perlit (2:1:1) untuk drainase baik. Tempatkan di area teduh dengan sirkulasi udara lancar, kurangi penyiraman menjadi 1-2 kali seminggu tergantung cuaca.