Kutu putih (mealybug) adalah salah satu hama utama yang kerap menyerang sela-sela tangkai dan helaian daun sirih gading, terutama pada musim kemarau atau di dalam ruangan ber-AC dengan kelembapan tinggi. Hama ini bergerombol membentuk lapisan seperti kapas putih dan mengisap cairan sel tanaman, menyebabkan pertumbuhan tunas baru menjadi kerdil dan daun melengkung. Pengendalian mekanis dengan menyemprotkan air bertekanan sedang atau mengusap bagian yang terserang menggunakan kapas bersabun cair organik sangat efektif menekan populasi kutu putih tanpa merusak jaringan daun.
Selain kutu putih, tungau laba-laba (spider mite) dan thrips juga sering menjadi momok bagi pekebun sirih gading, khususnya ketika suhu udara meningkat dan lingkungan sekitar tanaman terlalu kering. Tungau laba-laba meninggalkan jejak berupa jaring halus di bagian bawah daun dengan bintik-bintik kuning kecil, sementara thrip menyebabkan permukaan daun berwarna keperakan dengan kotoran hitam kecil di sekitarnya. Menjaga kelembapan sekitar tanaman melalui penyemprotan kabut air secara rutin setiap pagi dapat mencegah perkembangbiakan kedua jenis hama penghisap cairan ini secara signifikan.
Langkah pencegahan terbaik untuk menjaga sirih gading tetap sehat di sepanjang tahun adalah dengan rutin membersihkan debu pada daun menggunakan kain basah setiap minggu sekaligus memangkas bagian daun yang sudah tua atau terserang berat. Jika serangan hama tergolong masif dan sulit dikendalikan secara manual, penggunaan pestisida nabati dari ekstrak daun mimba atau bawang putih dapat diaplikasikan pada sore hari dengan frekuensi dua kali seminggu. Selalu utamakan keselamatan kerja dan konsultasikan dengan petugas BPP setempat apabila membutuhkan rekomendasi bahan pengendali hama yang lebih spesifik.