Pertama, perhatikan kondisi daun dan batang. Jika daun menguning dan lembek, kemungkinan besar tanaman kelebihan air (overwatering). Sebaliknya, jika daun kering, menggulung, dan ujungnya coklat, itu tanda kekurangan air (underwatering). Periksa juga media tanam: jika basah dan berbau, itu indikasi overwatering; jika kering dan keras, berarti underwatering. Untuk memastikan, masukkan jari ke dalam media sedalam 2-3 cm. Jika masih basah, jangan disiram; jika kering, segera siram.
Kedua, perhatikan keberadaan hama atau penyakit. Serangan kutu putih (mealybug) atau tungau laba-laba (spider mites) bisa menyebabkan daun layu dan kusam. Ciri khas kutu putih adalah adanya serbuk putih seperti kapas di ketiak daun dan batang. Tungau laba-laba meninggalkan jaring halus di permukaan bawah daun. Jika ditemukan, segera isolasi tanaman dan bersihkan hama dengan kapas yang dibasahi alkohol 70% atau semprot dengan air sabun (1 sendok teh sabun cair per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu.
Ketiga, faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari langsung atau suhu ekstrem juga bisa menyebabkan layu. Sirih gading menyukai cahaya tidak langsung yang terang. Jika terkena sinar matahari langsung, daun akan terbakar dan layu. Pindahkan ke tempat yang teduh. Selain itu, pastikan pot memiliki drainase yang baik dan gunakan media tanam porous seperti campuran tanah, sekam bakar, dan kompos (2:1:1). Dengan diagnosis yang tepat, sirih gading Anda akan segar kembali.