Penyebab paling umum adalah serangan kutu daun atau thrips. Kutu daun (Aphids) biasanya mengerombol di permukaan bawah daun dan mengeluarkan embun madu yang lengket. Thrips berukuran lebih kecil, aktif di malam hari, dan meninggalkan bercak keperakan pada daun. Kedua hama ini mengisap cairan daun sehingga daun menjadi keriput dan keriting. Ciri khasnya: daun menguning dan pertumbuhan terhambat.
Penyebab kedua adalah lingkungan yang terlalu kering. Di musim kemarau, kelembapan udara rendah dan penyiraman yang kurang membuat daun kehilangan air lebih cepat. Daun akan menggulung ke dalam untuk mengurangi penguapan. Ciri lainnya: ujung daun kering dan tanah terlihat retak. Perbaiki dengan menyiram 2-3 kali seminggu dan semprot daun dengan air bersih setiap pagi.
Penyebab ketiga adalah kekurangan unsur hara, terutama kalsium dan boron. Kalsium penting untuk dinding sel, boron untuk pembelahan sel. Kekurangan ini menyebabkan daun muda keriting dan pertumbuhan kerdil. Ciri khasnya: daun baru keriting, sedangkan daun tua normal. Atasi dengan memberikan pupuk organik cair yang mengandung kalsium dan boron setiap 2 minggu sekali, atau gunakan kompos matang.