Serangan penyakit bambu rejeki biasanya ditandai dengan perubahan warna batang menjadi kuning kecokelatan, daun menguning secara bertahap dari bawah, hingga munculnya bau busuk menyengat pada air media tanam. Pemilik tanaman sering kali terlambat menyadari infeksi karena bagian bawah batang yang terendam air atau tertanam di tanah lembap menjadi titik awal perkembangan spora patogen.
Untuk mengobati tanaman yang terinfeksi, langkah utama adalah memotong bagian jaringan yang busuk menggunakan pisau steril minimal 2 sampai 3 sentimeter di atas batas jaringan yang sehat. Lakukan penggantian air media tanam secara berkala setiap 5 hingga 7 hari sekali, atau kurangi frekuensi penyiraman pada media tanah menjadi 1 sampai 2 kali seminggu selama musim hujan.
Selain pemotongan mekanis, pemberian fungisida atau bakterisida hayati dapat dilakukan jika serangan sudah meluas ke beberapa bagian rumpun. Pastikan tanaman mendapatkan pencahayaan tidak langsung selama 4 hingga 6 jam sehari agar proses fotosintesis tetap optimal dan daya tahan jaringan bambu rejeki meningkat.