Serangan penyakit pada aglonema umumnya diawali dari sistem perakaran atau pangkal batang yang tergenang air selama lebih dari 24 jam. Jika pembudidaya tidak melakukan pemeriksaan rutin minimal 2 kali seminggu, pembusukan dapat mematikan seluruh jaringan tanaman hanya dalam waktu 3 hingga 5 hari.
Pengobatan yang efektif memerlukan identifikasi presisi antara infeksi bakteri yang ditandai bau busuk menyengat serta jaringan lunak berair, dengan infeksi jamur yang cenderung membentuk lingkaran konsentris atau pelayuan bertahap. Melakukan isolasi fisik sejauh 2 meter dari tanaman sehat adalah langkah sanitasi pertama yang wajib diterapkan.
Pencegahan berkelanjutan dapat dilakukan dengan mengganti media tanam menggunakan racikan porous berupa sekam bakar, cocopeat cuci, dan pasir malang berbanding 2:1:1, serta menjaga sirkulasi udara di sekitar rak tanaman. Pemangkasan daun terinfeksi menggunakan alat yang disterilkan dengan alkohol 70% akan menekan risiko penularan hingga 90%.






