Penyebab paling sering kaktus layu di Indonesia adalah busuk akar akibat frekuensi penyiraman berlebih. Banyak pekebun menyiram kaktus setiap hari, padahal pada musim kemarau sekalipun kaktus hanya membutuhkan air 10 hingga 14 hari sekali dengan volume sekitar 100 mililiter untuk pot berdiameter 10 sentimeter. Media yang terlalu basah menciptakan lingkungan anaerob yang disukai jamur patogen tanah.
Sebaliknya, kaktus yang mengalami dehidrasi ekstrim juga akan tampak layu dan menyusut. Terik matahari kemarau yang menyengat lebih dari 6 jam sehari tanpa penyiraman yang cukup akan menyedot cadangan air di dalam batang kaktus. Batang kaktus akan mengerut dan tampak kusam, tetapi teksturnya tetap padat dan tidak berbau busuk.
Kunci utama mencegah dan mengatasi kaktus layu terletak pada penggunaan media tanam berdrainase cepat. Formula media yang ideal di Indonesia terdiri dari campuran 50 persen pasir malang, 25 persen sekam bakar, dan 25 persen batu apung. Pastikan dasar pot memiliki minimal 3 hingga 4 lubang pembuangan air agar tidak terjadi genangan yang memicu pembusukan.






