Penyebab paling sering dari kaktus layu di Indonesia adalah pembusukan akar akibat media tanam yang terlalu padat dan menahan air terlalu lama saat musim hujan, atau sebaliknya, dehidrasi total saat kemarau panjang. Ketika akar kaktus membusuk, tanaman kehilangan kemampuan menyerap air sehingga batangnya terlihat mengkerut dan lemas. Sebaliknya, kekurangan air yang ekstrem membuat cadangan air di dalam jaringan sukulen habis, menyebabkan tubuh kaktus mengempis seperti balon kehabisan angin.
Untuk mengatasi kaktus layu, kita harus melakukan diagnosis diferensial dengan meraba bagian pangkal batang dan mencabut tanaman secara perlahan untuk memeriksa kondisi akarnya. Jika akar berwarna coklat kehitaman dan berbau busuk, maka tindakan penyelamatan membutuhkan pemangkasan bagian busuk dan penanaman ulang di media baru yang steril serta porous. Namun, jika akarnya masih putih dan kering, pemulihan dapat dilakukan melalui penyiraman secara bertahap menggunakan metode rendam (soaking) selama beberapa jam.
Sebagai langkah pencegahan di masa depan, pastikan media tanam kaktus Anda terdiri dari campuran pasir malang, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan yang sangat porous sehingga air tidak pernah menggenang lebih dari satu menit. Letakkan kaktus di tempat yang mendapatkan sinar matahari pagi secara penuh minimal 4 hingga 6 jam sehari untuk menjaga metabolisme tanaman tetap optimal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan petugas penyuluh pertanian di BPP setempat jika tanaman hias Anda terserang penyakit yang sulit diidentifikasi.