Penanganan aglonema layu membutuhkan kecermatan diagnosis diferensial sebelum melakukan tindakan pemulihan. Jika tanaman layu disertai daun yang lunak dan pangkal batang membubur, masalah utama terletak pada pembusukan akar akibat media tanam terlalu basah dan padat. Sebaliknya, jika seluruh daun terkulai lemah namun media tanam kering kerontang hingga kedalaman 3 centimeter dari permukaan, tanaman sedang mengalami stres dehidrasi berat.
Selama puncak musim kemarau dari bulan Juli hingga Oktober, frekuensi penyiraman idealnya disesuaikan menjadi 2 sampai 3 hari sekali dengan volume air sekitar 200 hingga 300 mililiter per pot ukuran standar diameter 18 centimeter. Penggunaan media tanam poros yang terdiri dari campuran sekam bakar, cocopeat yang sudah dicuci, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1 sangat disarankan agar aerasi di sekitar perakaran tetap terjaga optimal.
Pemulihan tanaman aglonema yang layu akibat busuk akar memerlukan tindakan bongkar pot atau repotting sesegera mungkin. Pemotongan bagian akar yang membusuk harus diikuti dengan perendaman dalam larutan fungisida sesuai petunjuk kemasan dan penempatan tanaman di area yang teduh dengan intensitas cahaya 30 hingga 50 persen selama kurun waktu 14 hari pemulihan.






