Hama mawar yang umum di Indonesia antara lain kutu daun (Aphididae), tungau laba-laba (Tetranychidae), ulat daun (Spodoptera litura), dan thrips (Thripidae). Masing-masing meninggalkan gejala khas: kutu daun menyebabkan daun menggulung dan lengket oleh embun madu; tungau menimbulkan bercak kuning pada daun dengan jaring halus; ulat memakan daun berlubang; thrips membuat bercak perak atau coklat pada kelopak bunga.
Pengendalian dimulai dengan sanitasi kebun: buang daun dan bunga terserang secara rutin. Untuk kutu daun dan thrips, semprotkan air bertekanan tinggi untuk mengurangi populasi. Gunakan predator alami seperti kumbang Coccinellidae untuk kutu daun. Hindari penggunaan pestisida kimia secara berlebihan agar tidak membunuh musuh alami.
Jika serangan sudah parah, konsultasikan ke penyuluh pertanian setempat (BPP) untuk mendapatkan rekomendasi pestisida yang tepat sesuai jenis hama. Ingat, setiap pestisida memiliki aturan pakai dan dosis yang harus dibaca pada label. Rotasi bahan aktif diperlukan untuk mencegah resistensi hama.