Pada musim kemarau dengan suhu di atas 30 derajat Celsius, hama penyedot cairan seperti kutu daun (aphid) dan tungau laba-laba merah (spider mite) menjadi masalah utama. Populasi hama ini dapat meledak hanya dalam waktu 3 hingga 5 hari jika tidak diantisipasi dengan pemantauan rutin minimum 2 kali seminggu.
Sebaliknya, saat memasuki puncak musim hujan, kelembapan yang tinggi memicu kemunculan ulat pemakan daun dan kumbang malam. Serangan hama pengunyah ini bisa menggundulkan hingga 50 persen tajuk tanaman mawar hanya dalam kurun waktu satu malam jika dibiarkan tanpa tindakan sanitasi kebun.
Pengendalian hama mawar yang efektif memerlukan kombinasi teknik budi daya yang bersih, pemangkasan rutin 1 kali sebulan, penggunaan musuh alami, serta aplikasi pestisida hayati atau kimia secara bijak. Pemantauan berkala sejak kuncup berukuran 1 sentimeter akan menyelamatkan kualitas kelopak bunga hingga masa mekar sempurna.






