Bibit mawar hasil stek batang sepanjang 15 sampai 20 cm atau bibit okulasi siap tanam sebaiknya ditanam pada pagi hari sebelum pukul 09.00. Tanaman mawar membutuhkan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari untuk merangsang pembentukan kuncup bunga secara optimal. Pada fase awal pertumbuhan selama 2 minggu pertama, siram tanaman sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 07.00 dan sore hari pukul 16.00, tanpa membuat media tanam tergenang air.
Pemeliharaan mawar mencakup pemupukan berkala setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk kompos atau pupuk NPK seimbang sebanyak 1 sendok makan per pot setelah tanaman berumur 1 bulan. Selama musim hujan, frekuensi penyiraman dapat dikurangi menjadi 1 kali sehari atau sesuai kelembapan media, namun pengawasan terhadap serangan jamur daun harus ditingkatkan. Pembersihan gulma di sekitar piringan tanaman dilakukan tiap 10 hari agar penyerapan nutrisi tidak terganggu.
Bunga mawar dapat dipanen atau dipotong mulai umur 3 sampai 4 bulan setelah tanam, ditandai dengan kelopak bunga yang mulai agak mekar di pagi hari. Gunakan gunting stek yang tajam dan steril untuk memotong tangkai bunga secara miring sekitar 1 cm di atas ruas daun bermata lima. Pemangkasan rutin batang yang tua, mati, atau terserang penyakit wajib dilakukan setiap 2 bulan sekali untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru yang produktif menghasilkan bunga berkualitas.






