Penanaman dilakukan saat pagi atau sore hari. Gali lubang berukuran 30x30x30 cm, beri jarak antar tanaman 40-50 cm untuk mawar potong atau 60-80 cm untuk mawar semak. Tanam bibit sedalam leher akar, padatkan tanah, dan siram hingga basah. Pada minggu pertama, siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan. Setelah itu, siram 1 kali sehari atau sesuai kondisi tanah. Mulsa jerami atau serbuk gergaji setebal 5 cm dapat mempertahankan kelembaban dan menekan gulma.
Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5 gram per tanaman untuk mawar pot, atau 10 gram untuk mawar tanah. Sebagai pupuk organik, beri pupuk kandang 1 kg per tanaman setiap 3 bulan. Pemangkasan bentuk dilakukan saat tanaman berumur 3-4 minggu dengan memotong ujung batang 2-3 ruas untuk merangsang percabangan. Pangkas cabang mati atau sakit setiap musim hujan. Pengendalian hama seperti kutu daun dan ulat dilakukan dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau konsultasi ke BPP setempat.
Panen bunga mawar dilakukan saat kuncup mulai membuka (kelopak pertama merekah) untuk mawar potong, atau saat mekar sempurna untuk mawar taman. Potong tangkai dengan gunting steril pada pagi hari, sisakan 2-3 daun dari pangkal. Bunga potong bisa bertahan 5-7 hari jika direndam dalam air bersih dan diberi pengawet alami seperti gula pasir 1 sendok teh per liter air. Untuk mawar taman, biarkan bunga mekar alami dan petik jika sudah layu untuk merangsang pembungaan kembali.