Untuk mendiagnosis masalah ini dengan tepat, kita harus melihat perbedaan gejala antara serangan jamur patogen dan kerusakan akibat kelebihan air murni. Busuk akar akibat jamur biasanya ditunjukkan dengan pangkal batang yang menghitam, berlendir, serta bau busuk yang menyengat ketika dicabut dari pot. Sementara itu, jika akar membusuk murni karena media terlalu padat tanpa aerasi, akar akan berwarna cokelat dan rapuh namun tidak disertai lendir basah yang masif di bagian batang bawah.
Langkah penyelamatan utama yang harus segera dilakukan adalah membongkar tanaman mawar dari media tanam yang basah kuyup. Potong seluruh bagian akar yang sudah membusuk, berwarna cokelat gelap, lembek, atau berbau menggunakan alat pangkas yang tajam dan bersih. Setelah itu, rendam sisa akar yang sehat sebentar dalam larutan fungisida nabati atau biologis untuk menekan laju perkembangan spora jamur yang masih menempel pada jaringan tanaman.
Setelah pemangkasan akar, tanam kembali mawar menggunakan media baru yang sangat porous, gembur, dan memiliki sistem drainase yang sangat baik dengan perbandingan sekam bakar, kompos matang, dan tanah subur. Letakkan pot di tempat teduh yang mendapat angin cukup selama dua minggu pertama masa pemulihan tanpa memberikan pupuk kimia apa pun. Siram tanaman hanya ketika media bagian atas benar-benar terasa kering untuk mencegah kelembapan berlebih kembali merusak akar baru.