Serangan hama seperti thrips dan kutu daun dapat merusak sel-sel muda pada tunas mawar dalam waktu 3 sampai 5 hari saja. Kerusakan sel ini menyebabkan pertumbuhan jaringan daun tidak seimbang, sehingga daun tumbuh membengkok, menggulung, atau mengerut kaku. Jika dibiarkan tanpa penanganan selama 2 minggu, tanaman mawar akan berhenti berbunga dan mengalami kekerdilan parah.
Pengelolaan air yang tepat sangat krusial selama musim kemarau untuk mencegah kelainan bentuk daun. Tanaman mawar dalam pot berdiameter 30 cm membutuhkan sekitar 1 hingga 1,5 liter air per hari yang dibagi dalam dua kali penyiraman, yaitu pada pukul 07.00 pagi dan 16.30 sore. Penyiraman yang tidak teratur membuat tekanan turgor sel daun merosot dan memperparah efek pemakanan hama.
Tindakan korektif harus segera dilakukan dengan memangkas 5 hingga 10 cm bagian pucuk yang terserang parah menggunakan gunting stek steril. Sanitasi area sekitar perakaran dari gulma seluas radius 50 cm juga wajib dilakukan sepekan sekali untuk memutus siklus hidup hama pelindung di sekitar area kebun mawar Anda.






