Penyebab pertama yang paling sering terjadi adalah serangan kutu kebul atau tungau laba-laba yang bersembunyi di balik permukaan daun muda. Hama ini menusuk dan menghisap cairan sel tanaman, menyebabkan daun mengerut, melengkung ke dalam, dan tampak kusam atau berdebu halus. Di musim kemarau yang kering dan berdebu, populasi hama pengisap ini meledak karena predator alaminya berkurang. Jika Anda melihat adanya jaring halus di ketiak daun atau koloni serangga putih kecil saat daun digoyang, itu adalah tanda pasti serangan hama pengisap.
Penyebab kedua adalah cekaman kekeringan ekstrem dan ketidakseimbangan unsur hara, terutama kekurangan kalsium atau boron akibat lambatnya penyerapan akar. Saat tanah terlalu kering dan penyiraman kurang dari frekuensi dua kali sehari di musim kemarau, suplai air ke jaringan pucuk terhenti, membuat sel-sel baru gagal mengembang dengan normal. Kondisi ini diperparah jika tanaman kelebihan pupuk nitrogen, yang merangsang pertumbuhan daun muda yang sangat lunak dan rentan diserang hama maupun mengerut karena panas.
Untuk mengatasi masalah ini secara tuntas, mulailah dengan membersihkan gulma di sekitar perakaran dan memangkas bagian tanaman yang terserang berat guna memutus siklus hama. Lakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari tepat di area perakaran untuk menjaga kelembapan tanah tanpa membasahi daun terlalu lama. Jika memutuskan menggunakan pestisida, selalu baca petunjuk pada label kemasan dengan teliti dan konsultasikan dengan petugas BPP setempat demi keselamatan lingkungan.