Untuk membedakannya, lakukan pemeriksaan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, saat suhu lingkungan masih sejuk. Jika mawar segar kembali setelah disiram air sebanyak 500 mililiter per pot pada sore hari sebelumnya, maka penyebab utamanya adalah dehidrasi murni. Namun, jika daun tetap terkulai dan layu meski media tanam terasa basah dan lembap, masalah besar terjadi pada sistem perakaran atau pembuluh vaskular tanaman.
Serangan hama musiman seperti tungau merah juga marak terjadi saat kelembapan udara turun di bawah 50 persen di musim kemarau. Hama ini mengisap cairan sel daun mawar sehingga daun menjadi kekuningan, berbintik cokelat, dan akhirnya layu mengering. Penyemprotan rutin menggunakan aliran air bertekanan sedang pada bagian bawah daun 2 kali seminggu efektif menekan populasi hama ini tanpa merusak jaringan daun yang muda.
Langkah penyelamatan mawar yang mengalami layu permanen mencakup pemangkasan 30 persen cabang bagian atas untuk mengurangi beban penguapan. Apabila tanaman ditanam di pot berdiameter 25 hingga 30 sentimeter, penggantian media tanam menggunakan campuran tanah topsoil, kompos matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1 sangat disarankan. Lakukan tindakan rehabilitasi ini di area ternaungi selama 7 hingga 14 hari sampai tunas baru mulai bermunculan.






