Media tanam yang ideal untuk mawar harus bersifat gembur, subur, serta memiliki drainase yang sangat baik agar air siraman tidak menggenang di dalam pot atau tanah. Campurkan tanah kebun, pupuk kandang matang atau kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan setara untuk menciptakan struktur media yang ideal bagi perakaran mawar. Hindari penggunaan tanah liat murni yang terlalu padat karena dapat menyebabkan akar mawar membusuk akibat kelembapan berlebih saat musim hujan.
Penyiraman mawar harus dilakukan secara rutin satu hingga dua kali sehari pada pagi atau sore hari, tergantung pada kondisi cuaca dan kelembapan media tanam. Siram bagian pangkal tanaman secara perlahan dan hindari membasahi daun terlalu sering untuk mencegah perkembangan jamur patogen akibat kelembapan tinggi. Pada musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman, sementara pada musim hujan pastikan lubang drainase pot berfungsi lancar agar air hujan langsung mengalir keluar.
Pemupukan susulan wajib diberikan secara berkala setiap dua minggu sekali menggunakan pupuk organik cair atau pupuk padat berimbang untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatifnya. Lakukan pemangkasan rutin setiap sebulan sekali dengan memotong ranting yang kering, terserang penyakit, atau bunga yang sudah layu untuk merangsang tunas baru tumbuh lebih subur. Selalu sanitasi alat potong sebelum digunakan agar tidak menularkan penyakit dari satu tanaman ke tanaman mawar lainnya.