Penyiraman yang tidak teratur menjadi faktor utama pemicu daun menguning di musim kemarau. Tanaman mawar yang ditanam dalam pot berdiameter 30 centimeter membutuhkan penyiraman rutin dua kali sehari, yaitu pada jam 06.00 sampai 08.00 pagi dan jam 16.00 sampai 17.00 sore, dengan volume air sekitar 500 mililiter hingga 1 liter per pot. Pastikan media tanam memiliki pori-pori drainase yang baik agar air tidak mengendap di dasar pot yang justru dapat memicu kebusukan akar dan membuat daun menguning layu.
Selain masalah penyiraman, musim kemarau adalah periode puncak perkembangbiakan hama tungau merah atau spider mites yang sangat menyukai udara panas berdebu. Hama berukuran mikroskopis ini mengisap cairan sel daun dari permukaan bawah, menghasilkan bintik-bintik kuning kecil yang lambat laun merata ke seluruh lembaran daun. Penyemprotan rutin menggunakan semprotan air halus ke balik daun setiap 3 hari sekali pada pagi hari sangat efektif merusak siklus hidup tungau tanpa mengganggu ekosistem kebun.
Pemulihan kesehatan mawar membutuhkan pembenahan nutrisi dan perlindungan area perakaran dari paparan panas ekstrem. Aplikasikan kompos matang atau pupuk kandang terdekomposisi sempurna sebanyak 200 hingga 300 gram per rumpun setiap 14 hari sekali untuk menjaga kegemburan tanah. Tambahkan mulsa organik dari potongan jerami kering atau sabut kelapa setebal 2 hingga 3 centimeter di atas permukaan media tanam guna menekan suhu tanah dan mempertahankan kelembapan akar lebih lama.






