Fase anakan atau bibit baru (umur 0–3 bulan setelah tanam): Pada fase ini, lidah buaya belum membutuhkan pupuk tambahan. Media tanam yang sudah mengandung kompos atau pupuk kandang matang (perbandingan 2:1 dengan pasir atau sekam) sudah cukup. Jika ingin memberi pupuk, gunakan pupuk organik cair encer (misal ekstrak kompos atau pupuk kandang) dengan konsentrasi setengah dosis anjuran, diberikan setiap 3–4 minggu sekali. Jangan gunakan pupuk kimia nitrogen tinggi karena akan memicu pertumbuhan daun yang terlalu cepat dan lembek.
Fase dewasa (umur 4–12 bulan): Lidah buaya mulai aktif membentuk daun baru dan anakan. Pemupukan bisa dilakukan setiap 4–6 minggu sekali. Gunakan pupuk organik padat seperti kompos atau pupuk kandang yang sudah matang, ditabur tipis di sekitar pangkal tanaman (jangan menempel pada batang). Alternatif, gunakan pupuk organik cair dengan dosis sesuai petunjuk. Hindari pupuk kimia berimbang (NPK 10-10-10) karena nitrogen berlebih. Lebih baik pilih pupuk dengan rasio fosfor dan kalium sedikit lebih tinggi (misal NPK 5-10-10) untuk memperkuat akar dan ketebalan daun. Pada musim hujan, hentikan pemupukan atau kurangi menjadi 8 minggu sekali.
Fase panen atau pemeliharaan (umur >1 tahun): Jika Anda memanen daun lidah buaya, pemupukan dilakukan setelah panen untuk memulihkan tanaman. Berikan pupuk organik cair atau pupuk kandang setengah dosis, lalu siram dengan air bersih. Untuk tanaman hias yang tidak dipanen, cukup beri pupuk organik 2–3 kali setahun (setiap 4–5 bulan). Perhatikan tanda-tanda kelebihan pupuk: daun menguning, ujung daun mengering, atau muncul bercak coklat. Jika ini terjadi, hentikan pemupukan dan siram media tanam dengan air bersih berulang kali untuk melarutkan kelebihan garam pupuk.