Pada fase awal tanam atau fase bibit (usia 0 sampai 3 bulan), fokus pemupukan bertujuan untuk merangsang pembentukan akar yang kuat. Saat penyemaian atau pemindahan anakan, campurkan 150 hingga 200 gram kompos matang atau kasgot per lubang tanam sebagai pupuk dasar. Hindari pemberian pupuk anorganik berkadar nitrogen tinggi pada fase ini agar akar muda tidak terbakar. Aplikasi pupuk organik cair yang diencerkan dapat diberikan setiap 2 minggu sekali dengan volume 200 ml per pot.
Memasuki fase pertumbuhan aktif atau tanaman dewasa (usia 3 bulan ke atas), kebutuhan hara meningkat untuk mempertebal daging pelepah. Berikan pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah terfermentasi sempurna sebanyak 500 gram per rumpun setiap 3 bulan sekali. Pada awal musim hujan sekitar bulan Oktober atau November, pemupukan organik padat sangat disarankan agar nutrisi terserap maksimal seiring tingginya kelembapan. Sebaliknya, kurangi frekuensi pemupukan saat puncak musim kemarau di bulan Juli hingga Agustus untuk mencegah stres osmotik pada jaringan sukulen.
Pada fase produksi atau pasca panen pelepah yang dilakukan setiap 1 hingga 2 bulan sekali, tanaman memerlukan nutrisi pemulihan. Setiap kali selesai memanen pelepah bagian bawah, taburkan 2 genggam pupuk kompos halus di sekeliling piringan tanaman lalu tutup tipis dengan tanah. Pastikan penyiraman dilakukan 1 sampai 2 kali seminggu setelah pemupukan agar hara dapat terlarut sempurna dan diserap oleh akar tanpa memicu genangan air.






