Lidah Buaya, Cara Merawat Lidah Buaya Agar Subur dan Sehat di Rumah
WILLPOWER STUDIOS / BY

Cara Merawat Lidah Buaya Agar Subur dan Sehat di Rumah

Merawat lidah buaya agar tumbuh subur dan berdaging tebal membutuhkan pencahayaan matahari terang serta penyiraman yang jarang namun mendalam saat media tanam benar-benar kering.

Jawaban singkat

Lidah buaya (Aloe vera) adalah tanaman sukulen tropis yang sangat populer di Indonesia karena manfaat pelembap dan kesehatannya. Untuk tumbuh optimal dengan pelepah yang tebal dan hijau segar, tanaman ini memerlukan media tanam berporositas tinggi seperti campuran tanah, pasir malang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Penanaman dalam pot berdiameter 20-30 cm yang dilengkapi lubang drainase ganda sangat disarankan untuk mencegah genangan air di area perakaran.

Ringkas: Lidah Buaya

Cahaya
Sinar matahari langsung minimal 6 jam/hari
Penyiraman
Siram 2-3 hari sekali, kurangi saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tahan kekeringan, hindari genangan air

Pola penyiraman menjadi kunci utama keberhasilan merawat lidah buaya, terutama saat transisi musim kemarau dan musim hujan di Indonesia. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan 7 hingga 10 hari sekali dengan volume air sekitar 200-300 ml per pot hingga merembes dari dasar pot. Sebaliknya, saat musim hujan tiba dan kelembapan udara meningkat, frekuensi penyiraman harus dikurangi menjadi 14 hingga 20 hari sekali atau cukup siram ketika 5 cm lapisan atas media tanam terasa benar-benar kering.

Kebutuhan sinar matahari untuk lidah buaya berkisar antara 5 hingga 6 jam pencahayaan tidak langsung yang terang setiap harinya. Jika diletakkan di luar ruangan tanpa naungan pada puncak musim kemarau, pelepah lidah buaya dapat berubah warna menjadi kecokelatan akibat paparan radiasi berlebih. Pemberian pupuk organik cair dari kasgot atau kompos matang sebanyak 100 ml per tanaman yang diencerkan dapat diberikan setiap 1 sampai 2 bulan sekali untuk memacu pembentukan gel pelepah yang padat.

Pemangkasan dan pemisahan anakan perlu dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali agar induk tanaman tidak kehabisan nutrisi. Ambil pelepah bagian paling luar dan tua menggunakan pisau steril rapat ke pangkal batang jika ingin dimanfaatkan. Anakan lidah buaya yang sudah berukuran minimal 10 cm dengan 3 sampai 4 helai daun dapat dipisahkan secara perlahan dan dipindahkan ke pot baru untuk perbanyakan mandiri.

Langkah-langkah

  1. Menyiapkan media tanam porous dengan campuran tanah gembur, pasir malang, dan sekam bakar berbanding 1:1:1.
  2. Menempatkan pot di lokasi yang mendapat sinar matahari pagi langsung selama 4-6 jam atau lokasi terang ternaungi.
  3. Melakukan penyiraman dengan teknik meresap menyeluruh lalu membiarkan media mengering total sebelum disiram kembali.
  4. Memberikan nutrisi berupa kompos matang atau pupuk organik cair setiap 4-6 minggu sekali pada masa pertumbuhan aktif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa daun lidah buaya saya menjadi tipis dan gepeng?

Daun menjadi tipis umumnya menandakan tanaman kurang mendapat sinar matahari atau kekurangan air dalam jangka waktu lama, sehingga cadangan gel di dalam pelepah menyusut.

Seberapa sering lidah buaya harus dipupuk?

Pemupukan cukup dilakukan 1 bulan sekali pada musim kemarau dan 2 bulan sekali saat musim hujan menggunakan pupuk organik cair yang diencerkan.

Apakah lidah buaya boleh terkena air hujan langsung?

Tidak disarankan terkena hujan terus-menerus pada puncak musim hujan, karena media tanam yang terlalu basah dapat menyebabkan pembusukan akar dengan cepat.

Kapan anakan lidah buaya bisa dipisahkan dari induknya?

Anakan bisa dipisahkan saat tingginya sudah mencapai 8-10 cm dan memiliki sedikitnya 3-4 helai daun serta akar mandiri.

Lebih lanjut tentang Lidah Buaya

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.