Penyebab paling umum adalah **overwatering** atau penyiraman berlebihan. Meski musim kemarau, banyak pekebun malah menyiram lebih sering karena khawatir kering. Akibatnya akar membusuk dan daun layu, lembek, serta menguning. Ciri khasnya: daun terasa lunak, berair, dan mudah patah. Solusinya: hentikan penyiraman selama 2-3 minggu, ganti media tanam dengan campuran pasir dan sekam bakar yang porous, serta potong akar busuk.
Penyebab kedua adalah **kekeringan ekstrem**. Jika tanaman tidak disiram sama sekali selama lebih dari sebulan di musim kemarau, daun akan mengerut, tipis, dan layu mengarah ke dalam. Bedanya dengan overwatering: daun tetap keras di pangkal tapi kering di ujung. Solusinya: siram dengan metode rendam pot selama 10-15 menit, lalu biarkan drainase sempurna. Selanjutnya siram rutin setiap 2-3 minggu sekali tergantung cuaca.
Penyebab ketiga adalah **serangan jamur akar** akibat drainase buruk. Gejalanya mirip overwatering, tapi biasanya disertai bau busuk dan adanya miselium putih di permukaan tanah. Solusinya: ganti media tanam, pastikan pot berlubang drainase, dan kurangi kelembaban sekitar. Jika parah, konsultasikan ke BPP untuk rekomendasi fungisida sesuai label.