Proses penanaman dimulai dengan menyiapkan pot berdiameter minimal 20 cm yang memiliki lubang drainase lancar, atau langsung pada bedangan di lahan terbuka dengan jarak tanam 40x40 cm. Setelah penanaman, letakkan tanaman di tempat teduh selama 5 hingga 7 hari agar akar beradaptasi. Penyiraman awal dilakukan secara tipis, lalu dilanjutkan setiap 3 hingga 5 hari sekali pada musim kemarau dan 7 hingga 10 hari sekali pada musim hujan, tergantung pada tingkat kekeringan media tanam.
Pemeliharaan harian fokus pada pencahayaan dan pemangkasan anakan. Lidah buaya membutuhkan sinar matahari langsung selama 6 hingga 8 jam setiap hari agar pelepah tumbuh tebal dan hijau segar. Pemberian pupuk organik seperti kompos matang atau kasgot sebanyak 200 gram per pot dapat dilakukan setiap 2 bulan sekali. Pemisahan anakan baru yang tumbuh di sekitar induk harus rutin dilakukan setiap bulan agar nutrisi terfokus pada pembesaran pelepah utama.
Masa panen lidah buaya dapat dimulai saat tanaman berumur 8 hingga 12 bulan setelah tanam. Ciri pelepah siap panen adalah berukuran panjang minimal 30 cm, tebal 2 cm, dan terletak di bagian paling luar roset. Pemanenan dilakukan dengan memotong pangkal pelepah secara bersih menggunakan pisau tajam yang steril pada pagi hari. Tanaman induk yang sehat dapat dipanen secara berkala setiap 3 hingga 4 minggu sekali.






