Penyebab paling umum adalah overwatering atau penyiraman berlebihan. Meski musim kemarau, banyak pekebun tetap menyiram terlalu sering, menyebabkan akar membusuk. Ciri khasnya: daun lembek, menguning dari pangkal, dan tanah basah terus-menerus. Solusinya: hentikan penyiraman 1-2 minggu, ganti media tanam yang porous (campuran pasir dan sekam bakar), dan pastikan pot berlubang drainase.
Penyebab kedua adalah underwatering atau kekurangan air. Meski lidah buaya tahan kering, jika musim kemarau sangat panjang tanpa siraman, daun bisa mengering dan menguning dari ujung. Ciri: daun keriput, tipis, dan ujung coklat kering. Solusinya: siram secara merata setiap 2-3 minggu sekali, pastikan air keluar dari lubang drainase, lalu biarkan media kering sebelum penyiraman berikutnya.
Penyebab ketiga adalah infeksi jamur akibat kelembaban tinggi di musim kemarau (misal karena penyiraman di sore hari). Ciri: bercak kuning atau coklat dengan tepi basah, kadang disertai bau busuk. Solusinya: potong daun yang terinfeksi dengan pisau steril, kurangi penyiraman, dan tingkatkan sirkulasi udara. Jika parah, konsultasikan ke BPP setempat untuk rekomendasi fungisida yang sesuai.