Penyebab paling sering dari masalah daun lidah buaya menguning adalah penyiraman berlebihan atau overwatering. Pekebun sering kali menyiram tanaman ini 2 hingga 3 kali seminggu, padahal di musim kemarau jaringan sukulen lidah buaya mampu menyimpan cadangan air dalam jumlah besar. Jika media tanam terus-menerus basah, akar akan kehilangan oksigen, terinfeksi patogen tanah, dan akhirnya membusuk sehingga daun bagian bawah menjadi kuning dan lunak.
Selain faktor air, paparan sinar matahari terik musim kemarau yang melampaui 6 jam sehari secara langsung dapat memicu stres sunburn. Klorofil pada daun akan rusak akibat paparan gelombang UV berlebih, mengubah warna daun menjadi kuning keemasan hingga kecokelatan. Hal ini diperparah jika drainase pot tidak lancar, di mana tanah padat tanpa campuran pasir atau sekam memenjarakan air di area perakaran selama lebih dari 24 jam.
Untuk menjaga lidah buaya tetap sehat di daerah iklim tropis, evaluasi kelembapan media tanam wajib dilakukan setiap 7 hari sekali. Penyiraman yang ideal pada musim kemarau adalah cukup 1 kali setiap 7 hingga 10 hari, atau saat media tanam sudah benar-benar kering hingga kedalaman 3 sentimeter. Kombinasi media yang poros dan intensitas cahaya yang pas akan mengembalikan kesegaran helai daun muda berikutnya.






