Saat memasuki fase vegetatif aktif yang berlangsung sekitar 1 hingga 3 bulan, berikan pupuk NPK seimbang 16-16-16 dengan takaran 15 hingga 25 gram per pot sedang atau pohon muda. Pemupukan ini dilakukan rutin setiap 4 minggu sekali pada pagi hari. Setelah pupuk ditabur di sekeliling tajuk tanaman, segera siram tanah dengan 2 hingga 5 liter air agar butiran pupuk larut dan dapat diserap optimal oleh akar tanpa memicu kerusakkan sel.
Beralih ke fase generatif atau persiapan pembungaan, terutama saat menyambut musim kemarau dari bulan April hingga September, komposisi hara harus diubah. Gunakan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium yang lebih tinggi, sebanyak 20 hingga 30 gram per tanaman setiap 3 minggu sekali. Unsur fosfor merangsang pembentukan kuncup bunga yang lebat, sedangkan kalium memperkuat tangkai bunga agar tidak mudah rontok terkena angin.
Pada puncak musim hujan antara bulan November hingga Februari, frekuensi pemupukan anorganik perlu dikurangi untuk mencegah penumpukan garam dan pembusukan akar akibat kelembapan tinggi. Sebagai gantinya, aplikasikan 50 gram tepung tulang atau pupuk organik bentuk granul lambat-urai setiap 2 bulan sekali. Praktik ini menjaga ketersediaan nutrisi makro dan mikro secara perlahan tanpa merusak sistem perakaran kamboja.






