Penyebab paling umum adalah stres air karena penyiraman kurang. Ciri: daun bawah menguning dulu, kering, dan rontok. Frekuensi penyiraman saat kemarau perlu ditingkatkan menjadi 2-3 kali seminggu, tergantung media tanam. Pastikan drainase baik agar tidak tergenang.
Penyebab kedua adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen. Ciri: daun muda menguning merata, pertumbuhan lambat. Beri pupuk NPK seimbang (misal 15-15-15) setiap 2 minggu sekali dengan dosis sesuai label. Pupuk organik seperti kompos juga membantu.
Penyebab ketiga adalah serangan hama seperti kutu putih atau tungau. Ciri: ada bercak kuning tidak merata, kadang ada lapisan lilin atau sarang laba-laba. Semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau sabun insektisida. Ulangi seminggu sekali hingga bersih.