Secara fisiologis, kamboja merespons kemarau panjang dengan menggugurkan daun tua untuk mengurangi transpirasi dan mempertahankan kadar air di dalam batang utama yang sukulen. Namun, tidak semua gejala kuning bersifat alami. Jika menguningnya daun disertai bercak kekuningan, bintik oranye di permukaan bawah, atau jaring halus, besar kemungkinan tanaman Anda sedang terserang organisme pengganggu tumbuhan (OPT) seperti jamur karat daun atau hama tungau merah yang berkembang biak pesat pada suhu di atas 30 derajat Celsius.
Untuk membedakan penyebabnya secara tepat, amati pola penyebaran warna kuning tersebut setidaknya 2 hari sekali. Penguningan alami akibat dormansi biasanya dimulai dari daun paling bawah secara bertahap dan tekstur daun tetap mulus sebelum gugur. Sebaliknya, infeksi patogen atau serangan hama akan membuat tekstur daun berubah kasar, kusam, atau berbintik-bintik tak beraturan, bahkan pada daun muda yang berada di pucuk cabang.
Penanganan yang tepat memerlukan penyesuaian pola perawatan rutin. Selama musim kemarau, berikan penyiraman secara teratur 1 hingga 2 kali seminggu bergantung pada kecepatan pengeringan media tanam, dan pastikan pot memiliki drainase yang lancar. Pemupukan berkala menggunakan pupuk organik kaya kalium dan fosfor sebanyak 200 gram per tanaman setiap 4 minggu sekali juga membantu meningkatkan ketahanan jaringan tanaman kamboja dari penyakit.






