Penyebab pertama adalah serangan jamur akar (Fusarium atau Rhizoctonia) yang sering muncul saat drainase buruk atau setelah hujan deras diikuti kemarau. Ciri khasnya adalah daun menguning mulai dari bawah, batang lembek di pangkal, dan akar berwarna coklat kehitaman. Solusinya: perbaiki drainase, potong bagian akar yang busuk, dan taburkan fungisida berbahan aktif mancozeb atau benomil sesuai dosis pada label. Untuk pencegahan, hindari genangan air dan gunakan media tanam porous.
Penyebab kedua adalah kekurangan air (stress hidrik) saat musim kemarau. Ciri-cirinya daun layu merata, tepi daun kering, dan batang masih keras. Solusinya: siram secara bertahap dengan air secukupnya, jangan langsung banjir. Frekuensi penyiraman ideal 2-3 hari sekali di musim kemarau, tergantung media tanam. Beri mulsa organik di sekitar pangkal untuk menjaga kelembaban.
Penyebab ketiga adalah serangan hama kutu putih (Planococcus) atau tungau yang menghisap cairan daun. Ciri: daun keriput, ada bercak kuning, dan terdapat lapisan lilin putih di batang. Solusinya: semprot dengan insektisida berbahan aktif abamektin atau minyak neem sesuai dosis label. Lakukan pengulangan seminggu sekali hingga hama hilang. Jaga kebersihan area sekitar tanaman.