Penanganan hama kamboja harus dimulai dengan pengamatan rutin minimal 2 kali seminggu pada bagian bawah daun dan pucuk muda. Serangan hama pengisap cairan seperti kutu kebul atau kutu putih sering kali memicu timbulnya embun jelaga hitam yang menghambat proses fotosintesis hingga 50 persen.
Pemangkasan bagian tanaman yang terinfeksi parah seluas 10 hingga 15 cm di bawah area terserang menjadi langkah fisik utama untuk mencegah penyebaran larva. Buang bagian yang terinfeksi jauh dari lokasi tanaman atau bakar secara aman agar spora dan telur hama tidak terbawa angin tropis.
Pada musim kemarau panjang, penyemprotan air bertekanan sedang setiap 3 hari sekali di pagi hari efektif merontokkan tungau dan kutu tanpa merusak mahkota bunga. Jika populasi hama melebihi batas toleransi, pemanfaatan agens hayati atau aplikasi insektisida terdaftar dapat dilakukan sesuai prosedur aman.






