Memasuki fase dormansi atau saat musim hujan dengan intensitas tinggi yang sering terjadi dari bulan November hingga Maret di sebagian besar wilayah Indonesia, Anda harus menghentikan atau mengurangi drastis frekuensi pemupukan. Tingginya kelembapan udara dan curah hujan membuat media tanam kaktus lebih lama basah, sehingga pemberian pupuk pada saat ini justru memicu pembusukan akar dan batang bagian bawah. Gunakan media tanam yang memiliki drainase sangat baik dan letakkan kaktus di bawah naungan transparan agar tidak terlalu sering terkena curah hujan langsung.
Jenis pupuk yang paling aman untuk pemupukan kaktus adalah pupuk lepas lambat berbentuk butiran yang dicampur ke dalam media tanam, atau pupuk cair yang diencerkan hingga setengah dari takaran normal anjuran pada kemasan. Aplikasi pupuk cair harus dilakukan langsung pada media tanam yang sebelumnya sudah lembap untuk menghindari risiko terbakarnya jaringan akar halus akibat kepekatan zat hara yang terlalu tinggi. Hindari menyemprotkan pupuk cair langsung ke permukaan batang kaktus karena dapat meninggalkan residu garam yang menyumbat pori-pori stomata tanaman.
Pemilihan waktu aplikasi juga memegang peranan krusial bagi keberhasilan perawatan kaktus hias di pekarangan rumah Anda. Lakukan pemupukan pada pagi hari sebelum pukul sembilan pagi saat stomata tanaman mulai membuka dan suhu udara belum terlalu panas, sehingga penyerapan nutrisi berlangsung optimal. Selalu catat jadwal pemupukan dalam kalender kebun Anda dan lakukan penyiraman air biasa terlebih dahulu sehari sebelum pupuk diberikan agar akar kaktus lebih siap menyerap unsur hara.