Penyebab utama lainnya adalah kesalahan dalam pengelolaan air. Banyak pekebun rumahan terkecoh oleh cuaca panas lalu menyiram kaktus 2 hingga 3 hari sekali. Padahal, penyiraman berlebihan saat media belum kering sempurna akan memicu pembusukan akar. Akar yang busuk kehilangan kemampuan menyerap nutrisi, sehingga pangkal batang kaktus berubah warna menjadi kuning kecokelatan dan bertekstur lembek.
Pemilihan media tanam sangat menentukan kesehatan perakaran kaktus di daerah tropis. Formula media tanam ideal untuk kaktus terdiri dari campuran pasir malang, sekam bakar, dan sedikit pupuk kandang matang dengan rasio 2:1:1. Media yang terlalu padat atau menyimpan air terlalu lama akan mempercepat munculnya jamur akar, terutama jika sirkulasi udara di sekitar pot kurang lancar.
Selain faktor penyiraman dan cahaya, musim kemarau juga merupakan periode puncak perkembangan hama seperti kutu kebul dan tungau merah. Hama mikro ini menusuk serta menyedot cairan sel kaktus secara berkelompok. Untuk memastikan kondisi tanaman tetap prima, lakukan pemeriksaan rutin setiap 7 hari sekali pada celah-celah duri kaktus agar gejala perubahan warna dapat ditangani sedini mungkin.






