Pemilihan media tanam yang porous adalah langkah awal paling krusial dalam budidaya kaktus. Racikan media tanam ideal terdiri dari campuran pasir malang kasar, sekam bakar, dan sedikit kompos organik dengan perbandingan 2:1:1. Pasir malang berfungsi memastikan air siraman langsung mengalir keluar pot dalam hitungan detik, mencegah penumpukan air di sekitar area perakaran. Wadah atau pot yang digunakan wajib memiliki lubang drainase di bagian dasar, dengan diameter pot idealnya hanya 2 sampai 3 cm lebih besar dari diameter tanaman.
Dalam hal perawatan harian, frekuensi penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi musim di wilayah Anda. Pada musim kemarau, penyiraman cukup dilakukan 1 kali setiap 7 hingga 10 hari, sedangkan pada musim hujan, intensitasnya dikurangi menjadi 1 kali setiap 14 hingga 21 hari atau saat media benar-benar kering kerontang. Pemupukan berkala dapat diberikan 1 bulan sekali menggunakan pupuk berunsur P dan K tinggi pada dosis sangat rendah untuk merangsang pembungaan serta memperkuat struktur jaringan kaktus.
Pemanenan atau perbanyakan kaktus dapat dilakukan setelah tanaman berumur 6 hingga 12 bulan melalui metode stek batang atau pemisahan anakan. Anakan kaktus yang berukuran minimal 3 cm disapih dengan pisau steril, lalu dikeringanginkan selama 3 hingga 5 hari sampai luka potongannya membentuk kalus kering. Setelah kalus terbentuk, anakan siap ditanam kembali ke media tanam baru dan diletakkan di tempat teduh bersirkulasi udara baik selama 2 minggu pertama hingga akar barunya tumbuh dengan sempurna.






