Frekuensi penyiraman kaktus di Indonesia harus disesuaikan dengan musim dan kelembapan udara sekitar. Pada musim kemarau, siram kaktus sekali dalam tujuh hingga sepuluh hari secara menyeluruh hingga air mengalir keluar dari lubang pot. Sebaliknya, saat musim hujan tiba, kurangi intensitas penyiraman menjadi sekali dalam dua hingga tiga minggu atau bahkan tunda jika media tanam masih terasa lembap saat disentuh sedalam dua sentimeter.
Kebutuhan cahaya matahari sangat vital bagi pertumbuhan kaktus agar bentuknya tidak memanjang dan tetap padat berisi. Letakkan pot kaktus di area yang mendapat sinar matahari langsung minimal selama enam jam sehari, seperti di teras rumah yang menghadap timur atau dekat jendela kaca yang terang. Jika tanaman baru dipindah dari tempat teduh, lakukan proses adaptasi atau penyesuaian selama satu minggu dengan memberikan naungan paranet agar kulit kaktus tidak mengalami luka bakar.
Pemupukan kaktus sebaiknya dilakukan pada masa pertumbuhan aktif yaitu pada musim kemarau dengan frekuensi sebulan sekali menggunakan pupuk khusus sukulen berunsur hara seimbang dengan kandungan nitrogen rendah. Lakukan proses penggantian pot atau repoting setiap satu hingga dua tahun sekali untuk memotong akar yang terlalu panjang dan memberikan nutrisi baru dari media tanam pengganti. Selalu bersihkan debu yang menempel pada permukaan kaktus menggunakan kuas halus agar proses fotosintesis berjalan dengan optimal.