Media tanam yang ideal harus memiliki porositas tinggi dengan formulasi racikan berupa 2 bagian sekam bakar, 1 bagian cocopeat yang telah dicuci, 1 bagian pupuk kandang matang, dan 1 bagian pasir malang. Campuran ini menjaga kelembapan tanpa mengendapkan air berlebih. Gunakan pot berdiameter 12 sampai 15 cm yang dilengkapi minimal 4 lubang drainase di bagian dasar untuk bibit berdaun 3 hingga 5 lembar.
Proses penanaman diawali dengan memasukkan pecahan genting atau batu malang setebal 2 cm di dasar pot sebagai lapis drainase. Masukkan media tanam hingga separuh pot, lalu letakkan bibit aglonema tepat di tengah dengan posisi tegak lurus. Tutup kembali dengan media tanam hingga 2 cm di bawah bibir pot, tekan perlahan di sekitar pangkal batang, kemudian siram dengan 250 hingga 500 ml air bersih sampai air mengalir keluar dari dasar pot.
Fase penyesuaian bibit membutuhkan waktu 14 sampai 21 hari di tempat teduh dengan naungan paranet 50 sampai 70 persen. Setelah memasuki usia 4 hingga 6 bulan, tanaman aglonema dewasa umumnya mulai mengeluarkan 2 sampai 3 anakan baru di sekitar batang utama. Pada tahap inilah panen perbanyakan dapat dilakukan dengan memisahkan anakan yang telah memiliki minimal 3 lembar daun dan akar yang cukup.






