Memasuki fase vegetatif awal pada umur 7 hingga 10 hari setelah tanam (HST), bayam membutuhkan asupan nitrogen yang cukup untuk memicu pembentukan daun pertama. Berikan pemupukan susulan pertama menggunakan pupuk organik cair yang dilarutkan dalam air, lalu kucurkan secukupnya di sekitar perakaran pada pagi hari saat tanah dalam kondisi lembap.
Pada fase vegetatif aktif umur 14 hingga 18 HST, laju pertumbuhan bayam berlangsung sangat cepat hingga menjelang masa panen pada umur 25 sampai 30 HST. Lakukan pemupukan susulan kedua dengan pupuk kaya unsur nitrogen dan kalium untuk memperkuat batang serta melebarkan helai daun, diimbangi dengan penyiangan gulma agar penyerapan hara maksimal.
Di iklim tropis Indonesia, strategi pemupukan harus disesuaikan dengan musim. Saat musim hujan, hindari pemberian pupuk nitrogen berlebih dan pastikan drainase bedengan tinggi agar pupuk tidak larut terbawa genangan air. Sebaliknya, pada musim kemarau, lakukan penyiraman secara teratur sesaat setelah pemupukan agar nutrisi dapat terlarut dan diserap perakaran dengan optimal.






