Pemupukan pertama dilakukan saat penanaman bibit. Gunakan pupuk kandang matang sebanyak 10-20 kg per lubang tanam, dicampur rata dengan tanah. Setelah 1 bulan, berikan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 100-150 gram per rumpun. Pemupukan susulan berikutnya dilakukan setiap 3-4 bulan dengan dosis yang sama. Pada musim kemarau, kurangi dosis menjadi 50-75 gram per rumpun untuk menghindari stres kekeringan.
Untuk merangsang produksi rebung maksimal, berikan pupuk organik cair (POC) seperti air leri atau fermentasi urin sapi setiap 2 minggu sekali pada musim hujan. Siramkan 1-2 liter per rumpun di sekitar zona perakaran. Selain itu, lakukan pembumbunan (penimbunan tanah) setebal 10-15 cm di pangkal rumpun setiap 6 bulan untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Pemupukan daun dengan pupuk organik cair juga bisa dilakukan setiap bulan.
Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan rebung terasa pahit dan tanaman rentan hama. Jika rebung tumbuh kecil atau sedikit, periksa pH tanah (ideal 5.5-7.0) dan tambah dosis pupuk kandang. Jangan gunakan pupuk kimia tunggal urea saja tanpa P dan K, karena akan membuat rebung lembek dan mudah busuk. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis pupuk spesifik sesuai kondisi lahan Anda.