Pemupukan dasar dilakukan saat persiapan lahan dengan memberikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-20 ton per hektar atau setara 1-2 kg per meter persegi untuk pekarangan. Campurkan pupuk organik dengan tanah sedalam 15-20 cm dan biarkan selama 1-2 minggu sebelum tanam. Jika menggunakan pupuk kimia, aplikasikan NPK 16-16-16 dengan dosis 150-200 kg per hektar atau sekitar 15-20 gram per meter persegi sebagai pupuk dasar.
Pemupukan susulan pertama diberikan saat tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 100-150 kg per hektar atau 10-15 gram per meter persegi. Ulangi pemupukan setiap 2-3 minggu sekali. Pada musim hujan, frekuensi pemupukan bisa dikurangi menjadi 3-4 minggu sekali karena risiko pencucian hara. Sebaliknya, pada musim kemarau, pemupukan bisa ditingkatkan frekuensinya menjadi setiap 2 minggu dengan dosis sedikit lebih rendah.
Selain pupuk kimia, pupuk organik cair seperti urin sapi yang difermentasi atau ekstrak kompos dapat diberikan sebagai pupuk tambahan setiap 1-2 minggu dengan konsentrasi 1:10 (pupuk:air). Pemupukan melalui daun dengan pupuk daun yang mengandung unsur mikro juga bisa dilakukan setiap 2-3 minggu untuk menjaga kesehatan daun. Pastikan untuk selalu membaca label pupuk dan konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis yang tepat sesuai kondisi lahan.