Layu akibat infeksi jamur Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici biasanya menyerang secara bertahap pada satu sisi tanaman terlebih dahulu, disertai menguningnya daun tua sebelum akhirnya seluruh tanaman mati. Sementara itu, layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum menunjukkan gejala yang jauh lebih cepat dan dramatis di mana tanaman tampak layu hijau secara keseluruhan dalam hitungan hari tanpa ada daun yang menguning. Di sisi lain, layu karena kekurangan air murni memperlihatkan kondisi tanaman yang lemas di siang hari yang terik, namun akan segar kembali secara ajaib pada malam hari atau beberapa jam setelah dilakukan penyiraman.
Untuk membedakan ketiga penyebab utama ini secara akurat di lahan, Anda bisa melakukan uji sederhana dengan memotong bagian pangkal batang bawah secara melintang dan merendamnya ke dalam segelas air jernih selama beberapa menit. Jika muncul cairan keruh seperti susu atau lendir putih yang keluar dari dalam pembuluh batang, maka hampir dipastikan tanaman tersebut terserang layu bakteri. Sebaliknya, jika tidak ada lendir tetapi lingkaran pembuluh kayu di dalam batang tampak berwarna coklat gelap atau kehitaman, maka penyebabnya adalah infeksi jamur fusarium.
Penanganan yang salah justru akan memperparah kondisi kebun tomat Anda dan menyebabkan penularan yang masif ke tanaman sehat di sekitarnya dalam waktu singkat. Oleh karena itu, mari kita bedah satu per satu setiap penyebab tomat layu beserta ciri pembeda spesifik dan langkah penanggulangan praktis yang bisa langsung Anda terapkan di kebun skala kecil maupun lahan luas di seluruh wilayah Indonesia.