Tomat, Penyebab Akar Tomat Busuk dan Cara Mengatasinya di Musim Hujan
Swallowtail Garden Seeds / PDM

Penyebab Akar Tomat Busuk dan Cara Mengatasinya di Musim Hujan

Busuk akar pada tanaman tomat umumnya disebabkan oleh genangan air berlebih dan serangan cendawan patogen tanah seperti Pythium atau Phytophthora saat musim hujan.

Jawaban singkat

Memasuki puncak musim hujan di Indonesia pada bulan November hingga Maret, curah hujan tinggi melebihi 200 mm per bulan sering kali menyebabkan kelembapan tanah melonjak hingga di atas 80 persen. Kondisi tanah yang basah kuyup ini menjadi pemicu utama pembusukan akar pada tanaman tomat. Akar yang sehat berwarna putih bersih akan berubah menjadi cokelat kekuningan hingga hitam kebasah-basahan, lalu membusuk dan kehilangan fungsinya dalam menyerap hara.

Ringkas: Tomat

Cahaya
Cahaya matahari langsung 6-8 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman teratur di pangkal batang, hindari genangan
Musim
Musim hujan (perlu drainase ekstra)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pengendalian penyakit tomat paling efektif dilakukan melalui tindakan pencegahan dan sanitasi kebun yang disiplin.

Drainase lahan yang buruk dengan tinggi bedengan kurang dari 30 cm membuat air tergenang selama lebih dari 6 jam setelah hujan deras turun. Aerasi tanah terhenti total sehingga sel-sel akar mati akibat kekurangan oksigen. Kondisi anaerobik ini menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan mikroorganisme pembusuk dan mempercepat infeksi pada jaringan akar yang terluka.

Serangan cendawan patogen tanah seperti Pythium spp., Phytophthora spp., dan Rhizoctonia solani berkembang sangat cepat pada tanah berminyak dan ber-pH masam (di bawah 5,5). Pengasaman tanah terjadi secara alami akibat guyuran air hujan secara terus-menerus tanpa diimbangi pemberian kapur pertanian (dolomit) yang cukup pada saat pengolahan tanah awal.

Langkah penyelamatan harus segera dilakukan begitu gejala awal layu di siang hari mulai terlihat pada populasi tomat. Penghentian penyiraman manual, pembersihan saluran drainase hingga kedalaman 40 cm, serta pemangkasan daun bagian bawah hingga ketinggian 30 cm dari permukaan tanah sangat efektif menurunkan kelembapan mikro dan menekan laju pembusukan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Cendawan Pythium dan Phytophthora (Busuk Akar Patogenik)

Ciri: Akar berwarna cokelat kehitaman, mengelupas saat ditarik lunak, jaringan dalam akar tampak berair, dan tanaman layu mendadak saat terik matahari.

Solusi: Perbaiki aliran air drainase, taburkan agen hayati Trichoderma sp. pada area perakaran, dan cabut tanaman yang rusak parah.

Genangan Air dan Anoksia Tanah (Busuk Akar Fisiologis)

Ciri: Akar berwarna cokelat muda keabu-abuan, lunak tetapi tidak berbau menyengat, daun bagian bawah menguning serentak dari pangkal.

Solusi: Tinggikan bedengan menjadi 35-40 cm, buat parit pembuangan air yang lebih dalam, serta gemburkan tanah di sekitar piringan secara perlahan.

Nematoda Bintil Akar (Meloidogyne spp.)

Ciri: Akar membengkak membentuk bintil-bintil kecil yang kemudian membusuk akibat infeksi sekunder bakteri atau jamur tanah.

Solusi: Lakukan rotasi tanaman dengan jenis non-solanaceae seperti jagung atau marigold (bunga tahi ayam) selama 1-2 musim tanam.

Langkah-langkah

  1. Bongkar secara hati-hati satu sampel tanaman yang menunjukkan gejala layu untuk memeriksa kondisi fisik perakaran secara langsung.
  2. Perdalam parit drainase di antara bedengan menjadi 40 cm agar air hujan langsung mengalir lancar dan tidak menggenangi piringan tanaman.
  3. Pangkas daun-daun tua di bagian bawah tanaman hingga ketinggian 30 cm dari permukaan tanah untuk meningkatkan sirkulasi udara mikro.
  4. Kocorkan agen hayati berbasis Trichoderma sp. atau Pseudomonas fluorescens pada tanah di sekitar perakaran tanaman yang masih sehat sesuai dosis petunjuk kemasan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tanaman tomat yang akarnya sudah busuk total masih bisa diselamatkan?

Jika lebih dari 70 persen sistem perakaran sudah membusuk dan menghitam, tanaman sangat sulit diselamatkan. Sebaiknya tanaman dicabut dan dimusnahkan agar tidak menjadi sumber penularan bagi tanaman lain.

Mengapa penggunaan pupuk kandang mentah bisa menyebabkan akar tomat busuk?

Pupuk kandang yang belum terkompos sempurna masih mengalami proses fermentasi di dalam tanah yang menghasilkan panas dan mengundang perkembangan jamur patogen pembusuk akar.

Bagaimana membedakan busuk akar akibat jamur dengan layu bakteri?

Busuk akar akibat jamur ditandai dengan akar yang lembek cokelat atau hitam tanpa lendir. Sedangkan layu bakteri membuat batang bawah jika dipotong dan dicelup ke air bersih akan mengeluarkan lelehan lendir putih.

Apakah tanah bekas tanaman tomat yang terkena busuk akar bisa langsung ditanami lagi?

Tidak disarankan. Tanah bekas infeksi harus diistirahatkan, dijemur di bawah terik matahari minimal 2-3 minggu, dan ditambahkan kapur dolomit serta agen hayati sebelum digunakan kembali.

Berapa pH tanah yang aman agar akar tomat tidak mudah busuk?

pH tanah aman dan ideal untuk tomat adalah 6,0 hingga 6,8. pH di bawah 5,5 membuat tanah terlalu asam dan sangat disukai oleh patogen pembusuk akar.

Lebih lanjut tentang Tomat

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.