Drainase lahan yang buruk dengan tinggi bedengan kurang dari 30 cm membuat air tergenang selama lebih dari 6 jam setelah hujan deras turun. Aerasi tanah terhenti total sehingga sel-sel akar mati akibat kekurangan oksigen. Kondisi anaerobik ini menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan mikroorganisme pembusuk dan mempercepat infeksi pada jaringan akar yang terluka.
Serangan cendawan patogen tanah seperti Pythium spp., Phytophthora spp., dan Rhizoctonia solani berkembang sangat cepat pada tanah berminyak dan ber-pH masam (di bawah 5,5). Pengasaman tanah terjadi secara alami akibat guyuran air hujan secara terus-menerus tanpa diimbangi pemberian kapur pertanian (dolomit) yang cukup pada saat pengolahan tanah awal.
Langkah penyelamatan harus segera dilakukan begitu gejala awal layu di siang hari mulai terlihat pada populasi tomat. Penghentian penyiraman manual, pembersihan saluran drainase hingga kedalaman 40 cm, serta pemangkasan daun bagian bawah hingga ketinggian 30 cm dari permukaan tanah sangat efektif menurunkan kelembapan mikro dan menekan laju pembusukan.






