Memasuki fase generatif atau pembungaan pada umur 30 hingga 50 hari setelah tanam, kebutuhan hara tanaman tomat bergeser menjadi lebih tinggi unsur fosfat dan kalium. Kurangi pemberian nitrogen agar tanaman tidak terlalu rimbun daunnya, melainkan fokus memperbanyak bakal buah dan mencegah kerontokan bunga akibat cuaca ekstrem. Aplikasikan pupuk susulan dengan cara ditugal di sekeliling perakaran sejauh 15 sentimeter dari batang utama, kemudian segera siram dengan air bersih.
Ketika tanaman masuk fase pembuahan dan pematangan buah pada umur 60 hingga 90 hari setelah tanam, unsur kalium memegang peranan paling krusial untuk meningkatkan bobot dan rasa manis buah. Berikan tambahan unsur kalsium dan boron secara rutin setiap sepuluh hari sekali untuk mencegah terjadinya pembusukan ujung buah atau blossom end rot yang sering terjadi di musim hujan. Pastikan kelembapan tanah tetap terjaga dengan penyiraman rutin dua kali sehari saat musim kemarau agar penyerapan pupuk kalium tidak terhambat.
Petani juga perlu memperhatikan kondisi cuaca saat melakukan pemupukan, karena curah hujan tinggi di Indonesia dapat mencuci hara di dalam tanah dengan cepat. Pada musim hujan, gunakan teknik pemupukan sedikit demi sedikit tetapi lebih sering agar hara tidak hanyut terbawa air limpasan. Sebaliknya, pada musim kemarau, pastikan tanah dalam keadaan lembap sebelum pupuk padat diberikan agar akar tanaman tidak mengalami terbakar akibat konsentrasi garam pupuk yang terlalu tinggi.