Pengaturan penyiraman menjadi kunci utama kebugaran tanaman tomat. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 1 hingga 2 liter air per pohon setiap pagi hari tepat di area perakaran tanah. Hindari membasahi daun dan buah secara langsung untuk mencegah kelembapan berlebih yang dapat memicu masalah pada daun. Saat musim hujan tiba, kurangi intensitas penyiraman dan pastikan saluran drainase di sekitar bedengan atau pot berfungsi dengan sempurna tanpa ada genangan air.
Pemupukan susulan dan pemangkasan (perempelan) harus dilakukan secara rutin. Berikan pupuk organik kaya nitrogen dan bahan organik sebanyak 300 hingga 500 gram per tanaman pada fase awal vegetatif, lalu lanjutkan dengan pemupukan hara fosfat dan kalium tinggi setiap 10 hingga 14 hari sekali ketika tanaman mulai berbunga. Selain itu, pangkas tunas air yang tumbuh di ketiak daun seminggu sekali menggunakan gunting steril agar nutrisi terfokus pada pembentukan buah utama.
Pemasangan ajir atau tiang penyangga dari bambu setinggi 1,5 meter sangat disarankan saat tanaman mencapai tinggi 30 cm atau berumur 3 minggu. Ikat batang utama tomat ke ajir secara berulir dengan tali plastik/rafia secara tidak terlalu kencang agar batang bebas membesar. Penggunaan mulsa organik seperti jerami padi setebal 5 cm di permukaan tanah juga sangat membantu menjaga suhu media tanam tetap stabil dan mengurangi evaporasi ekstrem selama kemarau.






