Memasuki musim hujan dengan kelembapan udara di atas 80 persen, ulat buah tomat dan ulat grayak menjadi ancaman utama yang dapat merusak kualitas panen. Ulat buah merusak dengan menggerek buah tomat berdiameter 2 hingga 5 sentimeter, meninggalkan lubang hitam yang memicu pembusukan sekunder dan membuat buah gugur secara prematur. Tindakan pengumpulan dan pemusnahan buah yang terserang setiap 3 hari sekali mampu menekan daur hidup hama ini secara signifikan.
Pengendalian hama terpadu mengutamakan kombinasi sanitasi lahan, perangkap fisik, dan pemanfaatan musuh alami sebelum memilih opsi kimiawi. Pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 hingga 50 lembar per hektar sangat efektif mengurangi populasi kutu kebul dewasa. Selain itu, penanaman tanaman refugia seperti bunga kertas atau kenikir seluas 5 persen dari area tanam dapat menarik kehadiran predator alami seperti kumbang kubah.
Apabila ambang batas kendali telah terlampaui, misalnya ditemukan lebih dari 5 ekor kutu kebul per helai daun, penyemprotan bahan pengendali dapat dipertimbangkan. Waktu aplikasi terbaik adalah pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 atau sore hari pukul 16.00 hingga 18.00 saat hama aktif bergerak. Selalu konsultasikan pilihan bahan aktif dan petunjuk penggunaan dengan penyuluh pertanian di kantor Balai Penyuluhan Pertanian setempat.






