Kutu kebul berkumpul di balik daun muda tanaman tomat untuk mengisap cairan sel sekaligus menjadi vektor utama pembawa virus kuning. Populasinya membengkak cepat pada suhu udara di atas 29 derajat Celsius dengan frekuensi hujan yang rendah. Bekas isapan kutu kebul mengundang kemunculan embun jelut hitam yang menutupi permukaan daun sehingga proses fotosintesis terganggu.
Lalat buah betina menyuntikkan telurnya ke dalam kulit buah tomat yang mulai mengkal pada usia 60 hingga 70 hari setelah tanam. Larva yang menetas akan memakan daging buah dari dalam hingga tomat membusuk dan gugur sebelum waktunya. Sementara itu, ulat grayak menyerang helai daun tomat pada malam hari dengan memakan jaringan hijau hingga hanya menyisakan tulang daun.
Pengendalian hama tomat secara efektif membutuhkan kombinasi sanitasi lahan mingguan, pemangkasan tunas air berlebih setiap 7 hari, dan pemantauan rutin. Pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 hingga 50 lembar per hektar sangat disarankan untuk menekan populasi serangga terbang. Jika populasi melebihi ambang batas, aplikasi insektisida selektif dapat dilakukan sesuai dosis petunjuk pada label kemasan.