Penyakit busuk rebung disebabkan oleh jamur Fusarium dan Phytophthora. Ciri khasnya adalah rebung lunak, berair, dan berubah warna menjadi coklat gelap hingga hitam, terutama pada bagian pangkal. Serangan sering terjadi pada rebung yang baru muncul atau terluka. Hawar daun akibat bakteri Pseudomonas ditandai dengan bercak basah pada daun yang kemudian mengering dan berwarna coklat. Infeksi bakteri menyebar melalui percikan air hujan atau alat panen yang terkontaminasi.
Pencegahan adalah kunci utama. Tanam bibit sehat dari rumpun induk yang bebas penyakit. Jaga jarak tanam minimal 4x4 meter untuk sirkulasi udara. Saat musim hujan, hindari genangan air dengan membuat saluran drainase. Gunakan mulsa organik untuk mengurangi percikan air ke rebung. Pangkas daun tua dan ranting yang sakit, lalu bakar jauh dari kebun. Untuk pengendalian, semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga pada rebung yang menunjukkan gejala awal, sesuai dosis pada label. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi fungisida spesifik.
Jika serangan sudah parah, segera cabut dan musnahkan tanaman sakit dengan cara dibakar. Jangan menanam kembali di lokasi yang sama selama minimal 2 musim. Untuk lahan bekas serangan, beri kapur pertanian (dolomit) 1-2 ton per hektar untuk menaikkan pH tanah dan menekan jamur. Rotasi dengan tanaman non-bambu seperti jagung atau kacang-kacangan juga membantu memutus siklus patogen.