Penyebab paling umum di musim kemarau adalah stres kekeringan dan defisiensi unsur hara, khususnya nitrogen serta magnesium. Untuk menjaga kelembapan, lakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari, yaitu pada pukul 06.00 pagi dan 16.00 sore, dengan volume sekitar 500 hingga 750 ml per lubang tanam. Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar air tidak tergenang di pangkal umbi.
Selain faktor penyiraman, serangan hama seperti kutu daun (Aphids) dan thrips sangat marak terjadi di iklim kering. Hama ini mengisap cairan sel daun bit, menyebabkan daun melengkung, menguning, dan akhirnya mengering. Di sisi lain, penyiraman bagian atas daun pada siang hari yang panas dapat memicu infeksi bercak daun Cercospora, ditandai dengan bintik cokelat bertepi merah keunguan.
Langkah pemulihan dapat dilakukan dengan memberikan kompos matang sebanyak 1 hingga 2 kg per meter persegi tanah saat pengolahan, serta aplikasi pupuk organik cair dosis encer seminggu sekali. Pangkas daun bagian bawah yang sudah kuning lebih dari 50 persen menggunakan gunting steril untuk mencegah penularan penyakit dan menghemat energi tanaman fokus pada pembesaran umbi.